Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

media-jabar

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 1345
  • Category: News and Media
  • Founded: Sep 19, 2006
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 5133 - 5162 of 5372   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#5133 From: "Luluk Uliyah" <lulukuliyah@...>
Date: Tue Apr 3, 2012 4:35 am
Subject: Release SatuDunia : Pemerintah Mengaburkan Informasi Soal RUU Konvergensi Telematika
lulukuliyah@...
Send Email Send Email
 

Release SatuDunia, 3 April 2012 : Pemerintah Mengaburkan Informasi Soal RUU Konvergensi Telematika

 

 

Pemerintah Mengaburkan Informasi Soal RUU Konvergensi Telematika

 

[Jakarta, 3 April 2012] Pemerintah saat ini sedang membahas Rancangan Undang Undang (RUU) Konvergensi Telematika. Mulai akhir tahun 2011 lalu, publik mulai mencermati pembahasan RUU ini. Karena RUU ini diperkirakan akan berdampak luas bagi kehidupan warga terkait persoalan telekomunikasi dan media.

 

Berbagai organisasi masyarakat sipil menilai isi dari RUU Konvergensi Telematika ini lebih menguntungkan korporasi atau bisnis daripada masyarakat. Terkait berbagai penilaian negatif itulah, pemerintah seperti sengaja memberikan informasi yang simpang siur atas status RUU ini. Bahkan dalam beberapa hal terkesan menutupi informasi terkait pembahasan RUU Konvergensi Telematika ini.

 

Analis Teknologi Penyiaran dan Peraturan Kementerian Komunikasi dan Indonesia Republik Indonesia Feriandi Mirza misalnya, menulis di akun twitter-nya, @efmirza bahwa memang  pada awalnya yang diajukan adalah RUU Konvergensi, tetapi yang disetujui adalah perubahan Undang-Undang Telekomunikasi No 36/1999. Padahal sejak awal juga disebutkan bahwa RUU Konvergensi Telematika jika disahkan akan menggantikan UU No.36/1999 (http://combine.or.id/2011/12/ruu-konvergensi-untungkan-pebisnis-media/).

 

Namun, informasi resmi dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo), seperti tertuang dalam suratnya No, 79/DJPPI/Kominfo/02/2012, menyebutkan bahwa RUU yang akan menggantikan UU No.36/1999 adalah RUU Multimedia.

 

Beda pula dengan informasi resmi dari Pejabat Pengelolaan Informasi-Kemen Kominfo, dalam suratnya Nomor 11/PPID/KOMINFO/2/2012, menyebutkan bahwa sampai dengan pembahasan terakhir terkait RUU Konvergensi Telematika, tidak ada perubahan nama. Artinya tetap menggunakan nama RUU Konvergensi Telematika. Menurut surat itu pula, RUU Konvergensi Telematika masih dalam proses pembahasan di Kementerian Hukum dan HAM.

 

Untuk meluruskan ketidakjelasan pembahasan RUU Konvergensi Telematika itulah pada 5 Maret 2012, Yayasan SatuDunia berinisiatif mengirim surat ke Kementerian Hukum dan HAM, untuk meminta informasi terkait status dan draft terakhir pembahasan RUU Konvergensi Telematika itu. Namun, hingga press release ini ditulis (3 April 2012), tidak ada tanggapan (pemberitahuan tertulis) dari pihak kementerian Hukum dan HAM. Padahal menurut UU No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, paling lambat 10 hari sejak permohonan diterima, Badan Publik bersangkutan, dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM, wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis.

 

SatuDunia menilai kesimpangsiuran informasi dari pemerintah terkait pembahasan RUU Konvergensi Telematika ini bukanlah sebuah hal yang kebetulan. Mengingat, RUU Konvergensi Telematika ini menyangkut kepentingan bisnis besar di bidang telematika. Bahkan, dalam penjelasan draft RUU ini juga disebutkan adanya tekanan dari forum regional dan internasional untuk merubah paradigma telematika dari sesuatu yang vital yang menguasai hajat hidup orang banyak menjadi sekedar komoditas.

 

Kontak Media :

Firdaus Cahyadi, Yayasan SatuDunia, Hp. 0815 132 75 698

 

--------------

Luluk Uliyah

Knowledge Officer SatuDunia

Jl. Tebet Utara II No. 6 Jakarta Selatan

Telp : +62-21-83705520

HP: 0815 9480 246

Email: lulukuliyah@..., luluk@...

 


#5134 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Tue Apr 3, 2012 5:56 am
Subject: Dikusi "Merebut Kembali TV Kita" di Obsat
remotivi...
Send Email Send Email
 
AJI Jakarta dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Independen untuk Independensi Penyiaran (KIDP) akan menyelenggarakan diskusi bertajuk
“Merebut Kembali TV Kita”
 
Diskusi ini akan mengupas isu terkini di bidang penyiaran, lebih khusus tentang uji materi terhadap pasal 18 (1) dan pasal 34 (4) UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
 
 
Rabu, 4 April 2012
Pkl. 18.30 WIB sampai selesai
Komunitas Langsat (SalingSilang.com)
Jl. Langsat I no. 3A, Kramat Pela
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
 
 
Narasumber:
1. Helmi Fauzi, Komisi Informasi dan Komunikasi DPR RI
2. Moh. Riyanto, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia
3. Wahyu Dhyatmika, KIDP
4. Roy Thaniago, Remotivi
 
Kontak:
Umar Idris, Hp: 0818-111-201
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5135 From: "Arinditya Dwiromantika" <tika@...>
Date: Wed Apr 4, 2012 7:43 am
Subject: Finalis "Chef of the Year" 2012 Bandung
tika@...
Send Email Send Email
 

Rekan media terhormat,

 

Bertempat di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung pada hari Senin 2 April lalu,  20 chef  terbaik area seleksi Bandung yang terdiri dari 10 chef junior dan 10 chef senior, menunjukkan keahlian memasaknya langsung di depan dewan juri untuk mendapatkan kesempatan ke tahap akhir grand final kompetisi masak paling bergengsi di Indonesia, “Chef of the Year” 2012. Peserta yang berkompetisi di tahap semifinal Bandung tersebut adalah 20 chef dengan resep terbaik yang terpilih dari 82 resep yang masuk, 34 resep kategori chef junior dan 48 resep kategori chef senior.

 

Tahap semifinal yang dimulai sejak pagi, dibagi menjadi empat kelompok yaitu dua kelompok chef junior dan dua kelompok chef senior. Para chef secara berkelompok bergantian menunjukkan keahlian memasaknya dengan mengolah resep main course (hidangan utama) yang berbeda dari resep awal yang dikirimkan selama 60 menit dan menyiapkan masakannya dalam tiga porsi, untuk  kebutuhan dicicipi, kebutuhan pemotretan dan kebutuhan pameran.

 

Setelah peserta selesai memasak, para dewan juri yang tidak lain merupakan chef profesional yang berpengalaman di bidang kuliner yang terdiri dari Chef Widhi Joestiarto Executive Chef Unilever Food Solutions, Chef Stefu Santoso – perwakilan dari Association of Culinary Professional (ACP), Chef Syah Johan Darussalam – perwakilan dari Indonesian Chef Association (ICA) dan Drs. Syaiful Adi, M.Pd Ketua Jurusan Manajemen Perhotelan STP Bandung, langsung menilai masakan berdasarkan kreatifitas peserta dalam membuat resep tersebut dan memberikan inspirasi baru dalam pemakaian bahan, porsi yang sesuai juga presentasi dari makanan tersebut.

 

Untuk informasi selengkapnya, berikut kami lampirkan berita foto tentang Finalis “Chef of the Year” 2012 Bandung. Semoga dapat dijadikan bahan berita yang menarik untuk media Anda. 

 

Apabila rekan media masih membutuhkan informasi lebih lanjut tentang acara ini, silakan menghubungi kami dengan Novi atau Lenitya di Alchemy nomor (021) 739 9922 atau e-mail ke: novi@... atau lenitya@...

 

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan banyak terima kasih.

 

 

Salam,

 

Arinditya Dwiromantika

 

logoAlchemy-full

 

Jl. Kyai Maja No. 3, Kebayoran Baru

Jakarta 12130, Indonesia

T: + 62 21 739 9922

F: + 62 21 739 9111

tika@...

www.alchemy.co.id

BB logo 2192D445

Twitter arinditya_d

 

P Please consider the environment before printing this email.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Caution - This e-mail and its contents contain privileged information that is intended solely for the recipient. If you are not the intended recipients as evidenced by the salutation and/or content you are hereby notified that any use, dissemination, distribution or reproduction of this e-mail is prohibited. If you have received this e-mail in error please notify the Postmaster at office@... immediately. Any views expressed in this e-mail are of the sender and may not necessarily reflect the views of Alchemy Creative Communications.

 


8 of 8 Photo(s)

2 of 2 File(s)


#5136 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Thu Apr 5, 2012 7:30 am
Subject: Menyoal Iklan di TV, Menggugat Makna Ruang Publik (Penelitian Remotivi soal iklan di TV)
remotivi...
Send Email Send Email
 
Siaran Pers
Menyoal Iklan di TV,
Menggugat Makna Ruang Publik
Penelitian Remotivi mengenai siaran iklan di 10 stasiun TV swasta bersiaran nasional
 
JAKARTA, REMOTIVI — Sepuluh stasiun televisi swasta bersiaran nasional melanggar UU Penyiaran dan P3SPS (Pedoman Prilaku Penyiaran-Standar Program Siaran) dalam hal siaran iklan. Hasil riset Remotivi menunjukkan bahwa hampir kesepuluh stasiun tersebut menyiarkan iklan niaga lebih dari 20% (dua puluh per seratus) dari total waktu siaran per hari (data hasil penghitungan lengkap bisa dibaca di sini). Hal ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap pasal 46 ayat 8 UU Penyiaran yang berbunyi: “Waktu siaran iklan niaga untuk Lembaga Penyiaran Swasta paling banyak 20% (dua puluh per seratus), sedangkan untuk Lembaga Penyiaran Publik paling banyak 15% (lima belas per seratus) dari seluruh waktu siaran.”
 
Persentase durasi siaran iklan niaga tertinggi dilakukan oleh MNC TV (28,8%), kemudian berturut-turut disusul oleh SCTV (28,35%), Trans 7 (27,83%), Trans TV (27%), Indosiar (25,82%), RCTI (24,87%), Global TV (24,58%), ANTV (23,86%), TV One (19,5%), dan Metro TV (8,59%).
 
Mengenai persentase durasi iklan niaga di bawah 20% yang ditemukan pada Metro TV dan TV One bukan berarti sebuah kabar baik. Pasalnya, pada kedua stasiun ini banyak ditemukan program siaran bincang-bincang yang isinya promosi produk barang, jasa, dan/atau acara/kegiatan yang dalam riset ini tidak Remotivi hitung sebagai iklan niaga. Contoh tersebut tampak pada tayangan yang mempromosikan perumahan grup Agung Podomoro, promosi produk pada tayangan 8-11 Show (keduanya di Metro TV), promosi produk pada tayangan Coffebreak (TV One), dan sebagainya. 
 
Baik UU Penyiaran maupun P3SPS mendefinisikan siaran iklan niaga sebagai siaran iklan komersial yang disiarkan televisi dengan tujuan memperkenalkan, memasyarakatkan, dan/atau mempromosikan barang atau jasa kepada khalayak sasaran untuk mempengaruhi konsumen agar menggunakan produk yang ditawarkan.
 
Melalui definisi tersebut, Remotivi melakukan riset atas sepuluh stasiun atas siarannya pada 12-13 Oktober 2011. Iklan niaga yang dihitung adalah yang berjenis jeda komersial, super impose, template, ad-lips, dan open before broadcast/close before broadcast (OBB/CBB).
 
Karena kendala teknis cara menghitung dan mendefinisikan suatu iklan sebagai bagian dari iklan niaga, maka beberapa jenis iklan diputuskan tidak dihitung. Hal ini tentu yang salah satunya menyebabkan angka/persentase durasi iklan niaga temuan Remotivi di bawah angka yang sebenarnya. Hal itu seperti:
 
·         Logo, nama merk, atau simbol penanda suatu produk yang muncul pada properti seperti gelas, busana, TV LCD, banner, dan booth.
·         Iklan promosi program siaran milik televisi yang bersangkutan.
·         Logo, nama merk, atau simbol penanda suatu produk yang mendukung program dengan menyuplai properti, busana, tata rias, perabotan, dan sebagainya.
·         Program siaran bincang-bincang (talkshow) yang membicarakan suatu produk barang, jasa, dan/atau acara/kegiatan.
·         Segmen di dalam atau di luar tayangan/program berupa kuis yang disponsori lembaga komersial.
 
Temuan lain dalam riset ini memperlihatkan bahwa batasan antara iklan dan tayangan/program sudah tidak jelas. Hampir tiap program/tayangan disusupi iklan dalam berbagai bentuk. Remotivi memandang bahwa tayangan dan iklan harus memliki batas yang jelas supaya masyarakat, pertama, dapat memilah antara iklan dan bukan-iklan, dan kedua, mendapatkan hak publiknya yang mensyaratkan keseimbangan porsi antara wilayah publik dengan komersial. Sebab, kalau tidak, masyarakat berhak mempertanyakan apa makna televisi berfrekuensi publik ketika sangat besarnya ruang bagi komersialisasi.
 
Pada produk jurnalistik, semisal tayangan berita, yang seharusnya bebas dari kepentingan privat (iklan), berbagai jenis iklan niaga menyusup pada penayangan berita itu sendiri. Hal ini dapat dilihat seperti munculnya logo suatu produk di layar, produk berita yang dipersembahkan oleh suatu lembaga komersial, atau liputan suatu kegiatan yang mengekspos merk produk. Dengan situasi demikian, independensi dan netralitas berita tentu mesti dipertanyakan dan menjadi perhatian pihak terkait seperti Dewan Pers.
 
Mengenai siaran iklan layanan masyarakat, ruang untuknya pada kesepuluh stasiun tersebut masih minim sekali: di bawah 10% (data hasil penghitungan terlampir). Hampir seluruh stasiun tidak memberikan ruang yang sesuai dengan ketentuan pada pasal 46 ayat 9 UU Penyiaran yang berbunyi: “Waktu siaran iklan layanan masyarakat untuk Lembaga Penyiaran Swasta paling sedikit 10% (sepuluh per seratus) dari siaran iklan niaga, sedangkan untuk Lembaga Penyiaran Publik paling sedikit 30% (tiga puluh per seratus) dari siaran iklannya.” Hal ini jelas tidak memenuhi kaidah hukum yang berlaku.
 
Di luar hal durasi, kebanyakan iklan layanan masyarakat yang ada sama sekali tidak mengakomodir kepentingan publik dan tidak punya pesan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini dapat ditemukan dengan adanya iklan layanan masyarakat yang dibuat oleh lembaga negara, tapi isinya adalah sekadar profi mengenai lembaga tersebut demi tujuan pencitraan.
 
Lalu, Remotivi juga mempertanyakan berbagai iklan layanan masyarakat yang dipersembahkan oleh suatu lembaga komersial. Bagaimana iklan layanan masyarakat bisa bersifat melayani jika sudah ditumpangi kepentingan komersial? Bukankah kepentingan branding lebih besar porsinya ketimbang pesan yang disampaikan? Pun aturan yang ada tak cukup mengatur hal-hal teknis masalah ini.
 
Remotivi berpendapat, bahwa iklan layanan masyarakat sejatinya bisa menjadi sarana penyampai pesan sosial penting, informasi warga, atau menjadi penawar atas berbagai muatan negatif siaran televisi. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai regulator industri penyiaran mesti memanfaatkan hal ini sebagai sarana pendidikan melek media atau informasi pengaduan atas tayangan yang merugikan publik. Iklan dari KPI ini kemudian menjadi kewajiban bagi tiap stasiun untuk menayangkannya pada waktu dan porsi yang tepat.
 
Tidak idealnya praktik iklan layanan masyarakat ini, Remotivi menilai, diakibatkan oleh adanya kegagapan regulasi yang ada. Definisi yang ada tidak cukup ideal dalam mengidentifikasi jenis iklan layanan masyarakat. Pun, diperburuk minimnya pengawasan yang cukup dari KPI. 
 
Catatan terakhir adalah mengenai iklan perusahaan rokok yang mengakali pembatasan waktu siaran dengan menjelma dalam berbagai bentuk. Dengan tujuan menyasar usia muda, iklan rokok hadir dalam kedok sebagai iklan beasiswa, sponsor acara olahraga, atau sponsor kegiatan yang mendapat liputan media. Hal ini mesti mendapat perhatian pihak-pihak terkait dengan melengkapi regulasi yang melulu tertinggal beberapa langkah dari praktik industri.
 
Berdasarkan hal-hal di atas, Remotivi merekomendasikan kepada:
 
1.       1. Pihak terkait seperti Komisi I DPR RI yang sedang menggodok revisi UU Penyiaran dan Kemkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informasi) sebagai regulator agar:
·      Menegakkan UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, khususnya pada pasal 46 tentang siaran iklan dengan menindaklanjuti hasil riset ini.
·      Merevisi dan memperkuat UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, khususnya pada pasal 46 mengenai:
o   Definisi iklan layanan masyarakat yang multitafsir dan tidak rinci
o   Pengaturan yang lebih jelas untuk iklan politik
o   Durasi total waktu siaran yang tidak jelas
o   Kejelasan definisi iklan rokok, termasuk iklan rokok yang menyamar
o   Sanksi bagi pelanggar
o   Iklan pada produk jurnalistik
 
2.       2. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk:
·      Merevisi dan memperkuat SPS (Standar Program Siaran), khususnya pada Bab XIX tentang siaran iklan :
o   Ditambah aturan yang mengakomodir berbagai jenis iklan mutakhir
o   Ditambah aturan untuk mengatur porsi siaran iklan supaya publik mendapat batas dan hak yang jelas
o   Memperjelas ketentuan mengenai durasi total siaran
o   Ditambah aturan yang mengatur iklan susupan termasuk berjenis advetorial. Iklan susupan di tengah tayangan harusnya disertai keterangan yang menyatakan itu merupakan siaran iklan
o   Diperjelas definisi atas iklan layanan masyarakat
o   Ditambahkan mengenai pengaturan iklan politik
o   Diperjelas mengenai definisi iklan rokok dan pembatasannya
o   Ditambahkan mengenai aturan siaran iklan dalam pada produk siaran jurnalistik
o   Ditambahkan pasal yang mengatur sanksi bagi pelanggarnya
·      Lebih ketat mengawal perkara siaran iklan di lembaga penyiaran swasta, baik secara kualitas maupun kuantitas. Termasuk upaya evaluasi berkala atasnya.
 
3.       3. Lembaga Penyiaran Swasta, Dewan Periklanan Indonesia, dan P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) agar:
·      Memperhatikan, mengawal, dan menghimbau informasi dan pelaksanaan Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 dan P3SPS
 
 
Jakarta, 4 April 2012
 
 
 
 
Jefri
Divisi Advokasi Remotivi
081808410655| 089601118899 | @gabrieljefri
 
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5137 From: octa esa achdia fanani <thefanani@...>
Date: Wed Apr 4, 2012 12:54 pm
Subject: [info] DRIVEN BY ANIMALS news on TRAXmagz-April 2012
thefanani
Send Email Send Email
 
Dear All,

Info yaaa..

berita DRIVEN BY ANIMALS ada di TRAX Magz edisi April 2012
ada juga pembahasan lagu PERANGKAP SERIGALA

buat info yang sedikit up to date, silahkan follow twitter : @DrivenByAnimals
lagu PERANGKAP SERIGALA bisa di nikmati bersama sama, silahkan play di : http://facebook.com/DrivenByAnimalsband

saat ini DRIVEN BY ANIMALS sedang mempersiapkan mini album mereka

Terima kasih atas perhatiannya :) senang
 
Fanani(mr)

081703474333 | 081217710333
pin BB : 256ccfff |  Email : fananiworld@yahoo.com | twitter : @thefananiworld |

road manager for MAIA
manager for Driven By Animals | Feby Elsadiora |
booking contact for Meichan | NAARA | KANDA |

 

#5138 From: radityo djadjoeri <radityo_dj@...>
Date: Wed Apr 4, 2012 10:55 am
Subject: Fw: [mediacare] Siaran Pers: Indonesia Idol 2012
radityo_dj
Send Email Send Email
 


Group: http://www.facebook.com/groups/mediacare/
Milis: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/




--- On Wed, 4/4/12, Hartoyo <jam_gadang2003@...> wrote:

From: Hartoyo <jam_gadang2003@...>
Subject: [mediacare] Siaran Pers: Indonesia Idol 2012
To: "ismira.lutfia@..." <ismira.lutfia@...>, "ari@..." <ari@...>, "perempuan@yahoogroups.com" <perempuan@yahoogroups.com>, "jurnalperempuan@yahoogroups.com" <jurnalperempuan@yahoogroups.com>, "Mediacare" <mediacare@yahoogroups.com>, "Jurnalisme" <jurnalisme@yahoogroups.com>, "FPK" <forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com>, "Ninuk Mardiana Pambudi" <ninuk@...>
Cc: "GWG" <gender_groups@yahoogroups.com>, "ourvoice ind@yahoogroups.com" <ourvoice_ind@yahoogroups.com>, "aids ina" <aids-ina@yahoogroups.com>, "napza" <napza_indo@yahoogroups.com>, "Elshinta" <ElshintaGroup@yahoogroups.com>, "AKKBB" <aliansi-kebebasan@yahoogroups.com>
Date: Wednesday, April 4, 2012, 4:22 PM

 

Pernyataan Sikap
Aliansi Masyarakat Peduli Acara Televisi Indonesia (AMPATI)
Indonesian Idol 2012 Bukan Ajang Perendahan Martabat Kemanusiaan


Ajang Indonesia Idol ke-7 tahun 2012 yang disiaran oleh televisi Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) setiap Jum'at pukul 21.00 WIB  dan siaran ulang Minggu pukul 13.00 WIB. Acara ini merupakan ajang mencari bakat vokal bagi remaja di Indonesia.  Ada beberapa daerah melakukan audisi untuk menjaring peserta untuk dilombakan di Jakarta.

Acara ini melibatkan juri untuk menilai para calon peserta. Tahun 2012 ini, jurinya adalah: Agnes Monica, Anang Hermansyah dan Ahmad Dhani, ketiganya adalah musisi dan penyanyi.

Selama proses seleksi, peserta akan menampilan suaranya di depan juri dan kemudian ketiga juri akan memberikan komentar dari kualitas calon peserta tersebut. Walau ini ajang olah vokal tetapi komentar-komentar juri tidak hanya berkaitan dengan dengan suara tetapi ada hal yang lain, seperti penampilan calonn peserta. Untuk penilaian juri yang berkaitan dengan kualitas suara, sangat bisa diterima. Karena ini memang meyangkut ajang kualitas suara.

Tetapi ketika juri menilai yang berkaitan dengan "personal" atau penampilan calon peserta (mungkin sangat personal) hal ini yang akan menjadi persoalan. Misalnya, para juri mempermasalkan ketika seorang calon peserta laki-laki dianggap terlalu feminin atau tidak maskulin. Kemudian muncul ungkapan dari juri seperti banci, kurang macho, seperti wandu (sebutan untuk laki-laki feminin di Jawa). Tak jarang perkataan dan sikap juri mengarah pelecehan dan mentertawakan calon peserta Idol.  Bukankah banyak penyanyi dunia baik laki-laki ataupun perempuan yang sukses tidak mengacu pada penampilan maskulin ataupun feminin?

Ini beberapa contoh pernyataan juri ajang Indonesia Idol 2012 yang ditayangkan Minggu 25 Maret 2012 pukul 13.00 WIB:

Anang Hermansyah: “Gaya kalian seperti perempuan, bergayalah layaknya laki-laki jangan seperti perempuan”.

Ahmad Dhani: “Ini yang namanya kiamat sudah dekat (tidak jelas maksudnya apa)”. “Tampangmu gak cocok dengan lagu ini”

Agnes Monica : “Gayanya laki banget”

Jika penilaian juri terhadap penampilan peserta Idol (maskuln dan feminin) dianggap sebagai bagian dari proses seleksi, justru ajang Idol ini yang perlu dipertanyakan. Karena cara-cara yang dilakukan oleh juri (terutama Ahmad Dhani dan Anang) sudah sangat melanggar hak asasi manusia seseorang. Bahkan sudah dapat disebut sebagai tindakan merendahkan martabat kemanusiaan berdasarkan identitas gender ataupun penampilan seseorang. Selain itu sikap juri pada peserta sangat sexis.


Tetapi pada sisi lain, ajang Idol justru mengeksploitasi gaya laki-laki feminin seperti yang ada di youtube ini : http://www.youtube.com/watch?v=nZL1XCFSJZo. Kalau boleh jujur, dunia seni termasuk musik dan televisi diramaikan oleh para pekerja seni laki-laki yang feminin.  Artinya sikap dan tindakan juri Indonesia Idol dan pihak RCTI selaku peyelanggara justru telah melecehkan rekan pekerja seni sendiri. Menurut kami ini sangat ironis.

Dalam kerangka HAM, bahwa manusia dilahirkan merdeka, baik laki-laki maupun perempuan bebas menentukan mau menjadi maskulin, feminin ataupun diantaranya (androgini). Peran dan penampilan tersebut tidak ada yang lebih baik dari lainnya. Seorang laki-laki feminin bukan berarti lebih baik dari laki-laki maskulin, begitu juga untuk perempuan. Yang perlu dipertegas semua manusia  mempunyai unsur itu (maskulin dan feminin). Seorang Ahmad Dhani dan Anang Hermansyah juga mempunyai unsur feminin-maskulin dalam dirinya. 

Jika berangkat dari peraturan penyiaran dan UU HAM, dalam Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) No. 02/P/KPI/12/2009 Tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dalam Pasal 4 meyebutkan :

Pedoman Perilaku Penyiaran bertujuan agar lembaga penyiaran:  e.  Menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia; h. Menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak kelompok masyarakat minoritas dan marginal;

Kemudian ini sebutkan kembali dalam kebijakan yang sama pasal 7:

Lembaga penyiaran dilarang merendahkan suku, agama, ras, antargolongan dan/atau melecehkan perbedaan individu dan/atau kelompok, yang mencakup, usia, gender, dan kehidupan sosial ekonomi.

Selain itu KPI mempertegas kembali dalam Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia
No. 03/P/KPI/12/2009 Tentang  Standar Program Siaran dalam Pasal 15:

(1) Program siaran tidak boleh melecehkan, menghina, atau merendahkan kelompok masyarakat minoritas dan marginal, seperti:

b. kelompok yang kerap dianggap memiliki penyimpangan, seperti: waria, laki-laki yang keperempuan-perempuanan, atau perempuan yang kelaki-lakian;

Artinya isi dari kedua peraturan KPI tersebut sudah jelas dan tegas bahwa siaran televisi dalam bentuk dan isinya tidak dibenarkan untuk merendahkan pihak lain apalagi merendahkan martabat kemanusiaan.

Apa yang dilakukan oleh juri Indonesia Idol 2012 jelas telah melanggar kebijakan KPI maupun UU No.39 Tentang HAM pasal Pasal 69 (1),

bahwa setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Penampilan maskulin dan feminin seseorang merupakan hak mendasar pada setiap manusia.


Untuk itu, kami dari gabungan organisasi dan individu warga negara Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut :

1. RCTI selaku peyelengara Indonesia Idol 2012, segera melarang dengan keras kepada semua juri Indonesia Idol 2012 yang merendakan, mendiskriminasikan ataupun mengeluarkan pernyataan yang mendiskrminasikan calon peserta Idol atas dasar apapun. Khususnya atas dasar penampilan seseorang (maskulin ataupun feminin), suku, warna kulit, jenis kelamin, orientasi seksual, agama, berat badan ataupun hal lainnya. Jika acara itu merupakan rekaman, sebaiknya RCTI melakukan edit ulang yang lebih manusiawi dan mendidik publik.

2. KPI selaku lembaga negara untuk pengawasan acara televisi, memberikan peringatan kepada pihak RCTI selaku penanggungjawab ajang Indonesia Idol 2012 untuk memperhatikan nilai-nilai hak asasi manusia dan tidak sexis. Jika tidak juga mengindahkan, KPI segera menghentikan acara Indonesia Idol 2012 karena telah merendahkan martabat manusia. Hal ini juga berlaku bagi acara televisi lainnya.

3. Sebaiknya penyelanggara acara Indonesia Idol 2012 termasuk juri harus fokus pada kualitas suara calon peserta sebagai syarat utama bukan sibuk mempersoalkan penampilan ataupun hal-hal yang tidak ada kaitan dengan kualitas suara.

4. Kepada masyarakat untuk selalu kritis terhadap segala isi acara ataupun hiburan di televisi yang merendahkan martabat kemanusiaan seseorang. Karena atas dasar apapun mendiskriminasikan manusia adalah sebuah kejahatan kemanusiaan.

Demikianlah surat ini kami perbuat sebagai bentuk kepedulian atas penegakan hak asasi manusia di Indonesia, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Jakarta, 4 April 2012


Aliansi Masyarakat Peduli Acara Televisi Indonesia (AMPATI)

Organisasi :
Abiasa, Aliansi Sumut Bersatu (ASB), Arus Pelangi, Bandung Wangi, Bites, Indonesia AIDS Coalition (IAC), Ourvoice, Kapal Perempuan, Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI),Koalisi Perempuan Indonesia, Migran Care, KontraS,LBH-Jakarta, YLBHI, Kalyanamitra, Sanggar Waria Remaja (Swara), Imparsial, Jurnal Perempuan, PPSW-Jakarta, Institute Perempuan, , Pusat Study Gender dan Seksualitas UI, PPSW Pasundan, Lembaga Bhinneka Surabaya, Gaya Nusantara,  Layar, PKBI Yogyakarta, PLU Sehati, Kebaya, Pesantren Waria Yogyakarta,Sehati Makasar, Kelompok Dampingan Sebaya (KDS) Port Numbay Positive Center-Papua, Forum Orang Muda (FOM) Kota Jayapura, KDS Youth Forum-Papua, Wadah Inspirasi Waria Bank Indonesia-Yogyakarta, L-Word Indonesia-Bali, INDIPT-Kebumen, LSM Miss Mawar Kota Singkawang Kalbar, Rumah Belajar Pluralisme-Medan, Study Group of Culture-Mahasiswa Antropologi USU, IGAMA Malang, Aliansi Remaja Indepeden (ARI), Yayasan Pantau,Youth Interfaith Forum on Sexuality-Yogyakarta, Gender Working Group (GWG)-Aceh

Individu :
Prof. Siti Musdah Mulia-Cendekiawan Muslim, Andreas Harsono-Jurnalis, Nursyahbani Katjasungkana-Pengacara, Veven Wardhana-Pengamat Media, Baby Jim Aditya-Psikolog/Seksiolog, Wisnu Adi Reksidirdjo-Mahasiswa S3 France, Djufry Hard-Pekerja Sosial, Maria Rita Hasugian-Jurnalis, R. Husna Mulya-Pekerja HAM, Andris Wisata Aries Putra-Wiraswasta, Iriantoni Almuna-Mahasiswa S2 Australia, Gita Seroja B. Nasution-Karyawan, Liona Aprisof-Mahasiswa Bengkulu, Marcia Soumokil-dokter, Sigit Budhi Setiawan-Peneliti dan Social Enterpeneur, Andreas mahardika-Mahasiswa UNAIR-Surabaya, Hadi Gunawan – Entertainer, Melinda Siahaan-Mahasiswi, Panca Saktiyani-Pegiat Kemanusiaan, Samnuel Andrenata-Mahasiswa, Prabu Nusantara-Peneliti sosial, Yoseph Yapi Taum-Dosen. Aquino-Karyawan, Helga-Ibu Rumah Tangga, Imam Shofwan,Luki Paramitha-aktivis perempuan,Titiana Adinda-Penulis,Nugi-Jurnalis, Ona-Aktivis Perempuan, Maria Rita-Jurnalis, Alex Zulkarnain, Herlyna hutagalung-Aktivis HAM, Uki-aktivis anggaran, Pudji Tursana-Aktivis Pendidikan, Leila Juari-Aktivis Perempuan, Iskandar-Palu, Agus Agandi-Pekerja social, Lia Toriana-Pekerja sosial


 



#5139 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Thu Apr 5, 2012 10:38 am
Subject: Biar Mistis, Harus Kritis
remotivi...
Send Email Send Email
 
Biar Mistis, Harus Kritis
Menyoal "Kedewasaan" dan Fenomena Gaib di Televisi

Oleh: Yovantra Arief
 
Saya sempat resah ketika menjadi objek Trans 7 setiap Minggu malam. Pada jamkhusus dewasa" tersebut,,tayangan berbau mistis disuguhkan secara maraton kepada saya: Mister Tukul Jalan-Jalan dan [Masih] Dunia Lain.
 
Meskipun dibawakan oleh pelawak Tukul, Mister Tukul Jalan-Jalan tidak menggelitik, tapi malah membuat bergidik. Lawakan Tukul seakan tenggelam oleh kharisma Soleh Pati, UstazMetal” dengan setelan serba hitam—mungkin untuk melambangkan keakrabannya dengan “ilmu hitam”. Oleh Soleh, fenomena gaib tak kasat mata ia artikulasikan lewat ilustrasi verbal maupun visual. Kemahirannya itu ia tunjukkan dengan melukis dunia gaib menggunakan mata batin”, sementara mata lahiriah”-nya ditutup kain (Ya, jika Anda bertanya, kain itu juga berwarna hitam).
 
Usai tayangan berdurasi satu jam lebih ini, saya kembali disajikan dengan fenomena gaib yang lain: [Masih] Dunia Lain. Tayangan ini mengangkat format game show yang menantang kontestan untuk uji nyali di sebuah tempat angker selama empat jam, dua hari berturut-turut, dengan diawasi dua orang sakti di ruang monitor; selain bertugas untuk menjelaskan fenomena yang terjadi pada si kontestan, mereka juga menjadi petugas keamanan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
Saya sempat bertanya-tanya mengenai klasifikasi “Dewasa pada kedua tayangan tersebut. Dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) yang baru, bab XVII pasal 21 ayat (2) d, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menetapkan “dewasa sebagai “khalayak di atas 18 tahun”. Di luar pendapat bahwa definisi dewasa ini masih bermasalah, aturan ini dengan jelas menunjukkan sasaran, tapi tidak dengan muatan program.

Lantas, apakah muatan "dewasa" itu sendiri?

>>Baca selengkapnya di remotivi.or.id
 
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5140 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Sun Apr 8, 2012 8:42 am
Subject: Pilih Remotivi, mewakili Indonesia, dalam Kompetisi Weblog Internasional "The BOBs 2012"
remotivi...
Send Email Send Email
 
Kawan-Kawan yang baik,

Pada tahun ini, website Remotivi (www.remotivi.or.id) terpilih sebagai nominasi "The Best Social Activism Campaign", mewakili Indonesia, dalam Kompetisi Weblog Internasional The BOBs 2012. Anda dapat menyumbangkan suara, dengan memilih Website Remotivi sebagai web favorit pilihan masyarakat.

Pilih (vote) Remotivi pada tautan berikut: https://thebobs.com. (Klik “Vote Now”, pilih akun yang Anda gunakan, kemudian klik “Vote Now” kembali hingga muncul tulisan “Sending your data..”) Setiap orang hanya dapat memberikan suaranya satu kali dalam satu hari. Anda bisa terus memberikan suara Anda setiap harinya hingga 2 Mei 2012.

Terima kasih!
 
Salam,

--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5141 From: Juke Box <jukeboxlist@...>
Date: Mon Apr 9, 2012 1:59 am
Subject: HIMsight : gebrakan OrangeTV, mari berwisata, etc !
jukeboxlist@...
Send Email Send Email
 
IIIHIMsight .edisi  8 April 2012
HIMstreaming : http://himfiles.blogspot.com ( supported by : @IdBlogNetwork )
 
 
HIMtv
Mau dapat paket dasar pay-tv yang memuat saluran berlangganan film premium dengan harga relatif terjangkau ? Adalah OrangeTV, salahsatu operator tv berbayar yang boleh dibilang baru menggebrak pasar tv satelit dengan strategi demikian. Dengan harga promo bersama fitur AutoPay BCA senilai Rp 149.000 per bulan ( plus ppn ), beberapa kanal movie unggulan sudah terbilang komplet untuk siap dinikmati. 
Sekedar membandingkan sekilas, misalnya untuk paket lengkap film di Indovision seharga Rp 100.000 baru bisa diambil bila kita sudah berlangganan paket dasarnya yang bertarif RP. 149.000 , sehingga total perbulannya sekitar RP 250.000 kurang sedikit. Untuk Aora, paket movie secara komplet paling murah dengan mengkombinasikan paket Cihuy seharga Rp 99.000 dan paket HBO senilai Rp 70.000, sehingga totalnya Rp 169.000. Sedangkan CentrinTV sebenanya bisa jadi memberikan paket film yang lebih murah lagi, hanya saja belum terdapat kanal Fox Movies Premium.
Berdasarkan info basic yang penulis hunting, OrangeTV sebenarnya tidak bisa dianggap head2head dengan Indovision atau Aora, namun justru bersaing dengan YesTV dan SkynindoTV. Loch ? Yup, karena sistem berlangganannya tidak dengan cara bayar abodemen tiap bulan, tapi dengan voucher prabayar. Jadi, kalau pelanggan mau berhenti menonton di satu saat tertentu, yach, tidak usah bayar. Lha, terus parabolanya gimana ? Justru itu, mesti beli dulu sehingga tidak ada sistem pinjam pakai gitu.
Dari segi konten, paytv yang berslogan “Jagonya hiburan bermutu” ini cukup pede dengan menghadirkan beberapa kanal impor baru yang belum begitu familiar di benak pelanggan paytv lokal umumnya, seperti Star Chinese Movies, Star Gold, dan Star Plus. Bila (mau) disebut kekurangan, mungkin kanal dasar yang tergolong favorit seperti AXN, Animax, dan beTV ( dulu bernama AXN Beyond ) belum ada di setlist. Yang pula mengganjal, belum tercantumnya 3 stasiun tv grup MNC dan tanpa saluran khusus program olahraga favorit bisa jadi membuat orang b erpikir ulang untuk berlangganan segera. 
NB : ternyata 3 stasiun tv grup MNC dan beberapa kanal in-house yang tayang di Indovision, bisa disaksikan secara streaming via situs ini http://www.okezone.tv  
 
IIIII HIMstreaming275+ IIIII
 
HIMtrip
Sepertinya di hampir tiap ada libur panjang akhir pekan, Jakarta segera ditinggalkan sebagian penduduknya yang ingin secepatnya melepas kesumpekan hiduo di ibukota. Pemandangan kemacetan di Puncak sampai membludaknya penumpang pesawat terbang di bandara Soekarnot Hatta sudah menjadi kelaziman. Sisi positifnya  ada distribusi pergerakan uang dari pusat pemerintahan ke daerah, namun sisi negatifnya yach kembali ke soal pemborosan bahan bakar dengan kondisi traffic padat merayap yang bisa terjadi berjam-jam.
Selain soal para fans Super Junior yang rela antre memburu tiket boyband Korea tersebut, akhir pekan lalu penulis menyambangi Mal Kelapa Gading yang kebetulan sedang ada pameran travel untuk menyambut masa liburan anak yang akan berlangsung sekitar 2 bulan kedepan, bahkan ada loch yang sudah sampai menawarkan layanan booking wisata untuk libur Lebaran sampai Natal dan Tahun Baru.
Berdasarkan rata2 brosur dan flyer yang penulis dapat, sepertinya memang target destinasi yang ditawarkan mayoritas untuk paket wisata ke mancanegara. Minim sekali yang menginformasikan paket domestik, bila pun ada justru harganya bikin miris juga, masa khan ada yang lebih mahal liburan di negeri sendiri daripada di luar negeri ? Sepertinya ini memang problem klasik bernama infrastruktur yang tidak tourist-friendly, sehingga biaya akomodasi ke lokasi wisata yang membuat anggaran perjalanan jadi membengkak. 
Teringat waktu Paris Hilton berlibur ke Bali, penulis sempat “terdampar” ke situs ini : http://www.indonesia.travel 
 
Happy Easter !
 
HIMstreamingUpdate
Berhubung pekan kemarin ada libur panjang, maka update press rilis di HIMblog diistirahatkan sementara. Pekan depan mudah-mudahan akan kembali menjumpai anda dengan edisi terbaru. Meski demikian, ada sekitar 11 siaran radio streaming terbaru yang penulis tambahkan lagi dan mungkin menjadi favorit anda bersama lebih dari 250 radio tanah air lainnya. Berikut daftar tambahannya :
.......
Megaswara FM91.4 Serang
Megaswara FM96 Sukabumi
Pasundan FM93.1 Cianjur
Prambors FM98.4 Bandung
Delta FM94.4 Bandung
Prambors FM  95.8 Yogyakarta
Trax FM90.2 Semarang
Imelda FM104.4 Semarang
Prosalina FM101.3 Jember
Delta FM99.2 Makassar
Trijaya FM87.6 Palembang
....... who’s next ?
.......
Mohon bantuan informasinya secara japri bila ada siaran radio favorit anda yang tidak bisa didengarkan hingga 1-2 minggu berturut-turut karena kemungkinan ada pergantian adres url yang perlu penulis update ulang dalam script blognya. Terima kasih. @himpublik
 
 
HIMtertainmentSound is provided by :
Rhythm of love of  MustangFM88
Wednesday Slow Machine of KISFM95.1
Urban Love of MotionFM97.5
Jakarta with love of Radio A FM96.7
 
 
HIMsight | HIMpersada10 |  HIMspirit

#5142 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Mon Apr 9, 2012 11:12 am
Subject: Awasi Penyaiaran, Awasi Ruang Publik
remotivi...
Send Email Send Email
 
Awasi Penyiaran, Awasi Ruang Publik
Oleh: Indah Wulandari

Tidak ada lagi batas yang jelas antara iklan dan bukan iklan. Ruang publik dirampas, dan tidak dipergunakan untuk kepentingan masyarakat. Dan, “Ketika publik memaklumi dominasi industri terhadap ruang publik, itu berbahaya,” ujar Roy, Koordinator Remotivi.

... Baca Selengkapnya >> www.remotivi.or.id
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5143 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Mon Apr 16, 2012 3:37 pm
Subject: Diskusi Media: Pelecehan Perempuan di TV
remotivi...
Send Email Send Email
 
Diskusi Media: Pelecehan Perempuan di TV
Komnas Perempuan

Upaya memerangi diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan masih menjadi tantangan berat bagi media, khususnya televisi. Masih saja kita jumpai beberapa tayangan televisi yang menempatkan Perempuan menjadi objek subordinasi. Akibatnya pemahaman yang keliru tentang perempuan semakin berakar di masyarakat, dan dapat turut menyuburkan kekerasan terhadap perempuan. Program tayangan serupa ini tentunya bertentangan dengan mandat Konstitusi untuk menghapus segala bentuk diskriminasi, dan khususnya dengan Pasal 36 Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang melarang muatan yang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan martabat manusia.
 
Hal inilah yang menjadi keprihatinan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dalam menanggapi gugatan masyarakat pada tayangan bertajuk “Kakek-Kakek Narsis” (KKN). Gugatan ini disampaikan oleh Remotivi, inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Sebelumnya telah memang telah ada teguran yang disampaikan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap penyelenggara tayangan tersebut. Namun, dasar dari teguran pihak KPI maupun tindak lanjut gugatan dari pihak stasiun televisi terkait dinilai belum mencerminkan pemahaman pada persoalan sesungguhnya, yaitu sebuah upaya untuk menghapuskan diskriminasi berbasis gender yang menjadi akar dari kekerasan terhadap perempuan.
 
Guna  memahami gugatan tersebut di atas, mendiskusikan dampaknya, Komnas Perempuan mengundang rekan-rekan media untuk hadir dalam diskusi “Bukan Sekedar Ganti Jam Tayang: Mengawal Program Penyiaran untuk Menghapus Kekerasan terhadap Perempuan”.Diskusi ini juga diharapkan akan mendorong penguatan peran KPI dan partisipasi aktif stasiun televisi mendukung upaya penghapusan kekerasan terhadap Perempuan. Diskusi ini akan diselenggarakan pada:
 
Hari/tanggal     : Rabu/18  Maret 2012
Jam                   : 10.00-12.00 WIB
Narasumber      :          
1. Muhamad Heychael (Remotivi; “Perempuan Bukan Untuk Dilecehkan di Televisi: Hasil Pantauan Remotivi pada Program KKN)”
2. Ezki Tri Rezeki Widianti* (Komisi Penyiaran Indonesia; “Peran, Tantangan dan Peluang KPI mengawal upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan)”
3.  Agus Sudibyo(Dewan Pers; “P3SPS 2012, kode etik jurnalisme, dan upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan dalam tayangan televisi)”
            dalam konfirmasi           
Tempat             :  Ruang Pertemuan Komnas HAM, lt. 3,
               Jl. Latuharhary no. 4B, Menteng, Jakarta Pusat 10310
 
Untuk informasi dan konfirmasi kehadiran, hubungi: Site (081932787358). Atas perhatian dan dukungannya, kami ucapkan terima kasih. 
 
 
Hormat Kami, 
 
 
Andy Yentriyani, 
Komisioner, Ketua SubKomisi  Partisipasi Masyarakat
 
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5144 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Tue Apr 17, 2012 10:36 am
Subject: Muram: Wajah TV di Musik Lokal Abad 21
remotivi...
Send Email Send Email
 
Muram: Wajah TV di Musik Lokal Abad 21
Oleh: Mochamad Abdul Manan Rasudi

Semuanya mencecar konsep TV sebagai idiot box, kotak penyuguh hiper-realitas, banalnya tayangan info, keberlimpahan informasi, serta kegagalan manusia mengendalikan TV.

Misalnya, Oppie Andaresta dalam TV Junkie (Hitam ke Putih, 2001) dengan santai menyindir betapa lemahnya kita di depan layar kaca. Berhias alusi pada kehidupan slacker lokal serta referensi musik dan budaya khalayak, Oppie berhasil menggambarkan betapa adiktifnya kotak kaca ini:
Banyak pekerjaan menumpuk
Tapi aku parkir dulu di depan TV
Seharusnya kusarapan pagi
Tapi tanggung ada Madonna di MTV
Kutahu kamu punya janji
Tapi kamu nonton Smack Down dulu di TV
Kini setelah hari berlalu
Kamu masih nonton Luis Vigo di TV
Dalam dua bait ini, televisi digambarkan sebagai seperangkat penyuguh budaya populer siap santap. Celakanya, ketika seharusnya televisi menjadi sebuah pelarian sesaat dari semrawutnya hidup atau aspirin modern bagi kepenatan hidup, televisi justru mekar menggurita menjadi hidup itu sendiri. Ide remote televisi sebagai kuasa manusia akan televisi luruh seketika. Ketika seharusnya manusia menudingkan remote dan mengontrol kotak kaca, yang terjadi justru sebaliknya: TV yang mendikte irama hidup kita. Lebih jauh, TV bahkan menjadi sumber segala perkara dalam hidup itu sendiri, root of all evil atau, dalam bahasa yang lebih lokal, jebakan Batman.
Aku nggak ingin tergantung pada TV
He.. He.. Aku nggak ingin terjebak oleh TV
He.. He.. Kita berdua kadang bertengkar cuma karna TV
He.. He.. TV Junkie

(Oppie Andaresta, TV Junkie)
Namun, tentakel TV yang menggerakan manusia juga banyak menyebar dari penyelang konten utama TV, yakni iklan atau pariwara. Walau iklan—yang baik tentunya—layak dinikmati sebagai seni menghantar pesan yang efektif dan subtle, pariwara di sisi lain bisa berubah menjadi remote hidup penonton TV. Alih-alih sekadar merayu sasaran guna melakukan suatu lelaku (dalam hal ini membeli, membeli, dan, sekali lagi, membeli), iklan malah kerap dimaknai oleh penonton sebagai kanon yang harus diamini. Walhasil, mereka yang sawo matang uring-uringan di depan iklan pemutih dan yang kerempeng makin rendah diri selepas iklan susu protein. Dus, lahirlah sekelompok pengkonsumsi reaktif; sekelompok yes generation; sekelompok korban iklan.

Baca selengkapnya di > www.remotivi.or.id
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5145 From: prio kustiadi <amonkustiadi@...>
Date: Fri Apr 13, 2012 2:47 pm
Subject: : [JATAM] Siaran Pers JATAM : Surati Menhut: Hentikan Operasi dan Penggusuran Rumah Ibadah oleh PT. DPM
amonkustiadi@...
Send Email Send Email
 
Siaran Pers JATAM, 12 April 2012

Surati Menhut: Hentikan Operasi dan Penggusuran Rumah Ibadah oleh PT. DPM

Jakarta, (12/4). Eksplorasi PT. Dairi Prima Mineral (DPM) telah membuat hidup masyarakat di Sopokomil Dairi Sumatera Utara menjadi tidak harmonis. Kehidupan mereka terancam dengan kehadiran perusahaan yang akan menambang Timah Hitam (Pb). Aktivitas penambangan di Hutan Lindung Register 66 Batu Ardan akan beresiko terhadap keberlangsungan ekosistemnya. Dan penggusuran tempat ibadah (Gereja HKBP) yang akan dijadikan lahan pembuangan limbah beracun (tailing) merupakan bencana terhadap kelangsungan beribadah.


Aktivitas perusahaan telah berlangsung 10 tahun sejak mendapatkan Kontrak Karya (KK) pada 1998. Eksplorasi PT. DPM mendapatkan penolakan dari warga, karena akan menghilangkan sumber-sumber kehidupan masyarakat. Lokasi rencana penambangan akan merampas wilayah kelola sumber pangan warga dan ekonomi warga, seperti sawah, kayu damar, kemenyan dan gambir.


Sumber mata air yang paling dikhawatirkan oleh warga karena air adalah sumber kehidupan yang paling penting. Jika PT. DPM tetap dibiarkan menambang, tidak hanya masyarakat di Sopo Komil yang akan menderita. Hutan Lindung Register 66 Batu Ardan merupakan kawasan tangkapan air sungai Lae Simbelin yang mengalir hingga ke Aceh. Maka warga sepanjang sungai Lae Simbelin itu yang akan turut menderita. Itu mengapa mereka menolak apa pun yang ditawarkan oleh perusahaan.

Warga juga menolak rencana penggusuran Gereja HKBP Sikhem Sopo Komil Resort Parongil Distrik Dairi. Pihak HKBP pun telah melayangkan surat tertulis No. 40/004/11/2012, menolak rencana tersebut untuk menjadi tempat pembuangan limbah beracun tambang.

Selain itu, gangguan akibat pertambangan juga memicu konflik antar warga, konflik antara suku Batak Toba dengan suku Batak Pakpak telah terjadi. Janji besarnya ganti rugi memicu sengketa lahan garapan menimbulkan klaim sepihak diantara warga.


Daya rusak tambang akan menghancurkan fungsi layanan alam hutan lindung register 66, dengan membiarkan PT. DPM terus beroperasi, maka Menhut bagian dari kejahatan lingkungan tegas Hendrik Siregar, Pengkampanye JATAM.


Anward Nababan, dari Persekutuan Diakonia Pelangi Kasih (PDPK) Dairi, mengatakan Menhut harus menghentikan aktivitas PT. DPM di kawasan hutan lindung register 66 dan sekitarnya yang akan menghilangkan sumber-sumber kehidupan warga. Kami juga menolak secara keras segala upaya untuk menggusur Gereja untuk kepentingan perusahaan tambang.


Kontak :

Hendrik Siregar (085269135520),

Anward Nababan (081376364562)




--
Priyo Pamungkas Kustiadi
08561903417

Media Communication and Outreach
Jaringan Advokasi Tambang





--
Priyo Pamungkas Kustiadi
08561903417

Media Communication and Outreach
Jaringan Advokasi Tambang



#5146 From: Juke Box <jukeboxlist@...>
Date: Mon Apr 16, 2012 2:39 am
Subject: HIMsight : selamat menempuh karir baru, pak @Wishnutama !
jukeboxlist@...
Send Email Send Email
 
IIIHIMsight .edisi  15 April 2012
HIMstreaming : http://himfiles.blogspot.com ( supported by : @IdBlogNetwork )
 
 
HIMtroduksi
Fwd.......
Ada 4 alasan resmi, mengapa Wishnutama mundur sebagai Dirut Trans TV, Direktur Trans7 dan Direktur detik.com ( sesuai pernyataan beliau sendiri di acara perpisahan di Studio 1 Trans TV, Jumat sore ). 
1) Dengan mundur, akan terjadi penyegaran yang memang sudah waktunya dibutuhkan oleh Trans TV. Sudah hampir 11 tahun berkiprah di Trans Corp, jadi dirasa sudah cukup. 
2) Ingin memberi waktu pada anak-anak dan keluarga, yang selama ini terabaikan. Sebagai duda, mas Tama sudah punya 4 anak. Ketemu cuma di week-end, itu pun sering terpakai buat urusan kantor. 
3) Ada momentum untuk berkiprah di dunia media-entertainment, berkat trend konvergensi media dll akhir-akhir ini. Rencananya, beliau akan bikin perusahaan sendiri yang masih terkait dengan dunia media/entertainment. 
4) Ingin independen dan ingin bahagia. 
Oh ya, perintah Wishnutama terakhir sebagai CEO kepada awak Trans Corp: "Jadilah yang TERBAIK dalam hidup Anda!" 
. . . x x x . . . ( note : yang ini penulis edit karena tidak releven untuk dishare via artikel ini )
Semoga Allah SWT memperlancar rezeki, kesejahteraan, dan memberi kebahagiaan buat seluruh karyawan Trans Corp dan Mas Tama yang akan berkiprah di luar Trans Corp. Amiiinnn..... 
http://www.facebook.com/satrio.arismunandar ( status dikutip per hari Sabtu, 14 April 2012 )
 
 
HIMtv
Friday the 13th. Opera van Java Trans7 edisi 13 April 2012 yang pada saat itu ditayangkan live menjadi istimewa karena menghadirkan seorang petinggi grup media TransCorp yang mohon pamit. Namun seperti yang tertulis di akun twitternya : Nama saya mungkin sudah tdk ada di credit title, tapi saya berdoa mudah2an nama saya masih ada dihati teman2 @TRANSTV_CORP @TRANS7 
            Bernama lengkap Wishnutama Kusubandio, dalam kesempatan ini penulis hendak mengapresiasi sosok di belakang layar produksi dari berbagai program sukses 2 stasiun tv milik CT Corps. Bila pemirsa Transmania lumayan jeli mengamati credit title program inhouse stasiun TransCorp, namanya ini kerap dicantumkan sebagai pengarah produksi, padahal jabatan beliau : Direktur di 3 perusahan media terkemuka ! Lha, di twitternya yang penulis baca akhir pekan lalu lain lagi, tertera deskripsi “jabatannya” dengan kata yang singkat, sederhana, namun  sarat makna  : DreamChaser.
            Mungkin setelah Ira Koesno mengundurkan diri sebagai presenter dari Liputan6 SCTV, sepertinya baru kali ini penulis merasakan lagi sebuah kehilangan yang sangat mengharukan akan sesosok broadcaster tanah air yang bisa mengubah peta format tayangan layar kaca yang monoton. Padahal teman bukan, karyawan TransCorp juga bukan, apalagi punya hubungan keluarga. Tapi yach itulah, seperti kata perumpamaan : dari buahnya anda mengenal pohonnya, dalam hal ini dari hasil kerja tim kreatifnya, kita jadi tahu warisan seperti apa yang hend ak disampaikan kepada karyawan maupun penonton.
            Satu lagi, mungkin tergolong langka CEO  media tv yang bangga mengenakan seragam anak buahnya sebagai identitasnya ( silakan search photonya di Google ) dan mau membuka kanal berkomunikasi dengan banyak orang. Coba saja kita tanyakan : ada yang familiar dengan adres akun FB / twitter petinggi stasiun tv diluar TransCorp ? Jadi disini ada unsur kedekatan kepada banyak pemirsa di rumah pula untuk bisa berinteraksi. Makanya mungkin sebagian pemirsa yang skeptis seperti penulis akan bertanya : apakah nakhoda baru&n bsp;di TransCorp akan melanjutkan pengaruh energi positif seperti yang selama ini berjalan ? The show must go on ...
 
IIIII HIMstreaming275+ IIIII
 
 
HIManagement
Kemampuan seseorang bkn hanya dinilai bagaimana ia dpt mempertahankan, tetapi justru bagaimana ia dpt memulai kembali dr bawah.
Satu lagi kutipan dari arsip twitnya tersaji diatas. Sementara beberapa kalangan menyikapi langkah @wishnutama ini dengan joke bahwa beliau mungkin sudah “bosan jadi pegawai”, he3... Secara kerja profesional mungkin beliau merasa sudah cukup menjalaninya, saatnya pensiun muda dan merintis karir barunya terutama agar bisa menyediakan waktu lebih banyak waktu bersama keluarga seperti disinggung diatas. 
Belakangan beredar banyak rumor  di beberapa forum situs dan timeline jejaring sosial seperti apakah beliau akan hijrah ke stasiun tv lain, mau bikin usaha konsultan media / production house sendiri, sampai kemungkinan bakal bergabung di Google Indonesia ( baca http://www.bisnis.com/articles/ini-dia-kata-wishnutama  ). Ya, kita lihat saja passion seperti apa yang bakal digelutinya dalam beberapa minggu kedepan.
Ingin independen dan bahagia. Penulis tidak tahu apakah belakangan ini jobdesc-nya telah dibebani berbagai kepentingan oleh pihak2 yang tidak sepaham dengannya dan itu membuatnya tidak hepi ? Bila mencermati sekilas “curhatannya” diatas, ada kesan alasan yang lebih reasonable adalah bahwa beliau memang berkehendak untuk mandiri, keluar dari comfortzone guna mencari tantangan tugas baru dengan time management yang lebih fleksibel. 
Meski mungkin secara materi tidak sebesar yang dicapainya dahulu, tapi kepuasan pribadi dengan dukungan tanpa pamrih dari orang2 tersayang adalah sesuatu yang priceless. Tak salah kalau beliau memotivasi followernya dengan meretweet ini : "Carilah pekerjaan yang Anda senangi, maka seumur hidup Anda tak perlu menyebut diri Anda bekerja" :)
Last but not least, salam sukses dan selamat menempuh perjalanan karir barunya pak @wishnutama !
 
 
Link lainnya :
 
 
 
HIMtertainmentSound is provided by :
Rhythm of love of  MustangFM88
Wednesday Slow Machine of KISFM95.1
Urban Love of MotionFM97.5
Jakarta with love of Radio A FM96.7
 
 
HIMsight | HIMpersada10 |  HIMspirit

#5147 From: radityo djadjoeri <radityo_dj@...>
Date: Tue Apr 17, 2012 7:38 am
Subject: Fw: [mediacare] Invitation acara Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU) [2 Attachments]
radityo_dj
Send Email Send Email
 


Group: http://www.facebook.com/groups/mediacare/
Milis: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/




--- On Mon, 4/16/12, Wulan Manis <wulan1904@...> wrote:

From: Wulan Manis <wulan1904@...>
Subject: [mediacare] Invitation acara Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU) [2 Attachments]
To: jurnalisme@yahoogroups.com
Cc: mediacare@yahoogroups.com
Date: Monday, April 16, 2012, 10:05 PM

 


Empat pendaki  yang tergabung dalam kelompok pencinta alam Mahitala Unpar, yakni Sofyan Arief Fesa (28), Xaverius Frans (24), Broery Andrew Sihombing (22), dan Janatan Ginting (22)  berhasil menapaki puncak tertinggi di Benua Amerika Utara yaitu Denali (6.194 meter di atas permukaan laut). Dari mereka berempatlah gelar The Seven Summiters dipersembahkan untuk pertama kalinya bagi Bangsa Indonesia. Pendakian menuju Puncak Denali bukanlah perkara yang mudah.  Denali memiliki cuaca yang tidak bisa diprediksi karena sangat cepat untuk berubah. Ketiadaan tenaga angkut atau porter membuat tim harus mengangkut perbekalannya sendiri-sendiri. Dengan sistem Himalayan Tactic atau sistem turun naik, 4 anggota tim yang tergabung dalam tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU) seringkali harus berjalan bolak balik dari camp ke camp untuk mengangkut perbekalan dalam 2 kali sorti. 

Perjalanan menuju Puncak Denali dimulai dari Base Camp Denali di ketinggian 2.225 mdpl atau lebih di kenal dengan nama South East Fork (SE Fork). Berbagai hambatan dan rintangan harus mereka lalui, hingga akhirnya tiba di puncak Denali.  Dengan suksesnya pendakian Denali ini, maka Mahitala Unpar dengan Tim ISSEMU memposisikan Indonesia menjadi negara ke 53 yang berhasil menuntaskan seven summits dan menjadikan para pendakinya menjadi seven summiters bersama 275 pendaki dari seluruh dunia yang berhasil memiliki gelar yang prestisius tersebut. 

Bagaimanakah lika-liku perjalanan menggapai 7 puncak benua ini? Semuanya terangkum dalam buku Pucuk Es di Ujung Dunia dan Menapaki Tiang Langit. Keempat pendaki tersebut akan bercerita perjuangan dan upaya mereka menggapai Pucuk Es di Ujung Dunia. Sehubungan dengan hal itu, kami mengundang rekan media hadir dalam acara peluncuran buku Pucuk Es di Ujung Dunia dan Menapaki Tiang Langit, pada:
Hari/Tgl  : Kamis, 19 April 2012
Pukul : 09:00 – 12:00
Tempat : Blitzmegaplex, lantai 8, West Mall Grand Indonesia, 
                                   Jakarta Pusat

Demikian undangan kami, kami berharap teman-teman media hadir memenui undangan kami sekaligus menyaksikan perjuangan menaklukan pucuk es dan mengibarkan bendara merah putih di pucuk-pucuk tertinggi di dunia melalui pemutaran video dokumentar. 


Hormat kami


 Regards,

Husain Aulia
Kawan Advertising


www.kawan.co.id



 
 
 


#5148 From: KP-PRP <prppusat@...>
Date: Sat Apr 14, 2012 10:27 am
Subject: Pernyataan Sikap PRP: Sistem Pengadilan Indonesia Harus untuk Kepentingan Rakyat
prppusat
Send Email Send Email
 

PERNYATAAN SIKAP
PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA
Nomor: 412/PS/KP-PRP/e/IV/12


Sistem Pengadilan Indonesia Harus untuk Kepentingan Rakyat!

Salam rakyat pekerja,
       Akhir-akhir ini, para hakim di seluruh Indonesia mengancam akan melancarkan aksi mogok sidang. Hal ini dilatarbelakangi oleh tidak sejahteranya kehidupan sebagian besar hakim di Indonesia, sehingga mereka menuntut peningkatan kesejahteraan yang lebih baik. Para hakim ini mengancam akan mogok bersidang jika tidak ada remunerasi dalam waktu dekat, karena sudah empat tahun gaji hakim tidak naik. Tunjangan para hakim pun tidak naik dalam sebelas tahun terakhir. Sedangkan gaji pokok pegawan negeri sipil (PNS) sudah sebelas kali di atas gaji pokok para hakim, sejak PP No 11 tahun 2011 diterbitkan.
       Hal ini mungkin yang menyebabkan wajah sistem pengadilan di Indonesia tercoreng oleh banyaknya putusan pengadilan yang terasa sangat mengebiri rasa keadilan rakyat, sehingga memunculkan ketidakpercayaan rakyat terhadap sistem pengadilan. Ada banyak koruptor yang dovonis ringan atau bahkan bebas, sedangkan pencuri pisang yang terkadang melakukan perbuatannya karena desakan ekonomi yang mencekik, harus berhadapan dengan vonis berat (kasus Kuatno dan Topan di Cilacap, Jawa Tangah). Sudah menjadi rahasia umum bahwa sistem pengadilan di Indonesia gampang dibeli. Suap dan jual beli perkara sudah menjadi menu keseharian di pengadilan.
        Minimnya kesejahteraan para hakim inilah yang kemudian banyak disangkutpautkan dengan wajah sistem pengadilan di Indonesia. Karena kesejahteraan yang minim bagi para hakim sehingga godaan untuk menerima suap dan jual beli kasus semakin terbuka lebar. Namun di sisi lain, seberapa kuat jaminan bahwa kenaikan tingkat kesejahteraan akan bisa mencegah “hakim nakal”? Reformasi birokrasi yang selalu digadang-gadang oleh rezim neoliberal pun tidak membuat birokrasi kita tahan terhadap godaan uang. Artinya, ada yang perlu dibongkar lebih dalam mengenai sistem pengadilan di Indonesia. Peningkatan kesejahteraan bagi para hakim memang harus diperjuangkan, namun yang juga harus dikerjakan adalah mendemokratiskan sistem pengadilan di Indonesia.
        Pada tanggal 16 Oktober 2011, Bolivia menyelenggarakan pemilu khusus untuk Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Dewan Kehakiman, dan Pengadilan Agraria Nasional. Dalam proses pengajuan kandidat atau calon hakim, disyarakatkan bahwa calon hakim tidak boleh punya track record buruk. Kandidat harus membuktikan tidak pernah membela orang yang melakukan kejahatan terhadap negara, tidak pernah terlibat dalam kediktatoran dan tidak pernah membela orang yang terlibat korupsi. Kemudian juga diatur komposisi hakim yang cukup demokratis dan menghasilkan jabatan pengadilan plurinational, misalnya mengharuskan 50% diisi perempuan dan minimal 8 anggota berasal dari masyarakat adat. Hal ini menyebabkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Bolivia, ada hakim yang mengenakan pakaian adat.
        Sementara jika dibandingkan dengan Indonesia, dalam penunjukkan hakim MA, misalnya, seluruh hakim agung yang diusulkan oleh Komisi Yudisial, diserahkan dan digodok oleh DPR serta kemudian disetujui serta ditetapkan oleh Presiden. Partisipasi rakyat dalam mengontrol proses peradilan tidak ada sama sekali. Pemilu khusus bagi lembaga peradilan akan memperkuat posisi rakyat untuk mengontrol langsung lembaga peradilan.
        Rezim neoliberal selama ini masih berusaha untuk menunda-nunda peningkatan kesejahteraan bagi para hakim. Bahkan beberapa anggota parlemen di Indonesia melecehkan perjuangan para hakim yang menuntut kesejahteraan. Hal ini tentu saja menunjukkan, bahwa rezim neoliberal beserta elit-elit politik masih ingin memelihara kondisi sistem pengadilan yang masih dapat diintervensi untuk kepentingan mereka. Selama mereka berkuasa, sistem pengadilan di Indonesia tidak akan pernah berubah.
        Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:
  1. Mendukung dan bersolidaritas penuh terhadap rencana aksi pemogokan bersidang yang akan dilakukan oleh para hakim di seluruh Indonesia untuk menuntut kesejahteraan.
  2. Bangun sistem pengadilan yang demokratis di Indonesia dengan melakukan Pemilu khusus untuk lembaga peradilan di seluruh Indonesia.
  3. Bangun kekuatan politik alternatif dari seluruh gerakan rakyat untuk menghancurkan neoliberalisme dan menumbangkan rezim neoliberal di Indonesia.
  4. Kapitalisme-neoliberalisme telah gagal untuk mensejahterakan rakyat dan hanya dengan SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera.

Jakarta, 14 April 2012
Komite Pusat - Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP-PRP)
Ketua Nasional
Sekretaris Jenderal
ttd.
(Anwar Ma'ruf)
ttd
(Rendro Prayogo)


Contact Persons:
Anwar Ma'ruf – Ketua Nasional (0812 1059 0010)
Irwansyah – Wakil Ketua Nasional (0812 1944 3307)

 

___*****___
Sosialisme Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai  Kelas Pekerja!

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)

JL Cikoko Barat IV No. 13 RT 04/RW 05, Pancoran, Jakarta Selatan 12770
Phone/Fax: (021) 798-2566

Email: komite.pusat@... / prppusat@...
Website: www.prp-indonesia.org



1 of 1 File(s)


#5149 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Wed Apr 18, 2012 8:57 am
Subject: Siaran Pers: Perempuan Bukan untuk Dilecehkan di Televisi
remotivi...
Send Email Send Email
 

Siaran Pers

Perempuan Bukan Untuk Dilecehkan
di Televisi
Surat Terbuka Remotivi atas Tayangan “Kakek-Kakek Narsis” di Trans TV
        
 
Jakarta, 18 April 2012
Kepada Yth.
Trans TV
Di Jakarta
 
Dengan hormat,
 
Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia.
 
Surat ini dilayangkan sebagai sikap keberatan kami atas tayangan Kakek-Kakek Narsis (KKN) yang disiarkan Trans TV setiap Senin-Jumat Pk. 00.00 WIB. Tayangan ini kami nilai berisi muatan yang melecehkan perempuan dan berpotensi menebalkan ketimpangan relasi antara laki-laki dengan perempuan. Dengan muatan macam itu, televisi, sebagai ruang publik tempat di mana permasalah publik dibicarakan dan disemai, menjadi kontraproduktif dengan upaya penyetaraan perempuan dengan laki-laki.
 
Pandangan atas KKN kami tempatkan dalam kerangka isu subordinasi perempuan, dan bukan pada wilayah pengaturan ekspresi perempuan atau pun pornografi seperti yang pernah dipersoalkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Di mana pada KKN, khususnya ada dua hal besar yang kami soal, yakni mengenai “diskriminasi” dan “kekerasan” terhadap perempuan.
 
Diskriminasi terhadap perempuan, menurut pengertian yang dijabarkan dalam Konvensi Internasional Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, yang juga telah disahkan melalui Undang-Undang no. 7 Tahun 1984, adalah:
 
“setiap pembedaan, pengabaian, atau pembatasan yang dilakukan atas dasar jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan, yang menyebabkan, mempengaruhi atau bertujuan mengurangi ataupun meniadakan pengakuan, penikmatan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan pokok di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sipil atau apa pun lainnya oleh kaum perempuan terlepas dari status perkawinan mereka, atas dasar kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.”
 
Karena kekerasan terhadap perempuan berakar dari diskriminasi gender, maka sebagaimana dijelaskan dalam Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap perempuan, Ps. 1, kekerasan terhadap perempuan sebaiknya dipahami sebagai:
 
setiap perbuatan berdasarkan pembedaan berbasis gender yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman terjadinya perbuatan tersebut, pemaksaan atau perampasan kebebasan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di ruang publik maupun di dalam kehidupan pribadi
 
Dan sebagai pendasaran, kami sitir UUD 1945 Bab XA tentang Hak Asasi Manusia pada Pasal 28C ayat (2): Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.
 
Berikut pendapat kami:

1.      Ketidaksetaraan relasi gender
Tayangan KKN merupakan tayangan yang dibangun dengan konsep relasi gender yang tidak setara. Meski memberi kesempatan pada banyak perempuan untuk menjadi bintang tamu, namun pada praktiknya tayangan ini bukan menghadirkan kualitas perempuan, malah justru menjadi etalase untuk memajang tubuh perempuan. Perempuan dijadikan sebagai bintang tamu, namun perempuan tidak banyak diberi kesempatan untuk berbicara. Sebaliknya, tiga pembawa acara yang kesemuanya lelaki menjadi komentator atas tubuh, hobi, dan aktivitas para perempuan. Sehingga yang terjadi adalah, perempuan dibicarakan dan lelaki sebagai pembicara. Lelaki adalah subjek, perempuan adalah objek.

2. Objektivikasi tubuh perempuan
Kegagalan tayangan ini untuk menghadirkan kualitas perempuan dengan utuh, dan mereduksinya menjadi sekadar tubuh, berpotensi membangun atau pun menebalkan stereotip perempuan sebagai objek seksual semata. Ini terlihat dari narasi dan skenario yang melulu menjurus kepada urusan syahwat laki-laki. Misalnya, adegan ketiga “kakek” meminta bintang tamu perempuan untuk melepas jas atau blazer yang dikenakan menjadi pola berulang yang diterapkan pada KKN. Contoh lain, ketiga “kakek” meminta para perempuan membuka bagian-bagian tubuhnya yang memiliki tato yang diikuti perilaku dan seruan bernada asosiatif seksual.

3. Stereotip perempuan
Pemosisian perempuan sebagai objek dalam tayangan ini, pada akhirnya berpotensi membangun stereotip negatif mengenai perempuan, atau pun menebalkan pandangan keliru yang sudah ada dalam masyarakat. Pelecehan perempuan di jalanan dengan cara digoda, misalnya, diteguhkan dalam KKN dengan “mengizinkan” para kakek memainkan beragam bentuk gestur pelecehan: menyentuh, mengintip, merangkul, memelototi payudara, dan sebagainya.

4.     Kekerasan verbal
Pilihan kata dan penggunaan psiko-bahasa dalam tayangan ini kerap kali mengandung kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan verbal luput dari perhatian karena bersembunyi dalam humor bahkan pujian. Dalam KKN bertebaranlah berbagai bentuk kekerasan dalam bahasa yang datang dari paradigma yang menempatkan perempuan sebagai gender kelas dua. Salah satu contohnya adalah, pertanyaan para kakek yang kerap diajukan kepada bintang tamu perempuan, “Apa kesibukanmu selain cantik?”. Pertanyaan semacam ini tentu saja datang dari anggapan bahwa apa yang terpenting dari perempuan hanyalah menjadi cantik. Kegiatan utama perempuan adalah mempercantik diri, sehingga bila ada perempuan memiliki hobi di luar berdandan, ia akan menjadi nilai lebih untuk dibicarakan. Logika tersebut menggiring persepsi bahwa perempuan tak punya pendapat atau aktivitas lain yang sederajat dengan laki-laki, misalnya intelektualitasnya.

5. Iklan anak
KKN dengan segala masalahnya tersebut ternyata juga ditonton (atau menyasar) para penonton anak dan remaja. Ini terjadi ketika KKN masih ditayangkan Pk. 23.00 WIB (sekarang dipindah menjadi Pk. 00.00 WIB). Hal ini dapat diindikasikan melalui beberapa iklan produk anak yang juga ikut mensponsori acara ini. Misalnya pada 12 Desember 2012, muncullah iklan produk anak atau yang menyasar kepada anak: Panadol Anak, Scott Emulsion, dan Walls Buavita.
 
Mereka yang bertanggung jawab terhadap penempatan iklan tersebut tentu saja telah memperhitungkan adanya potensi penonton anak. Bagi kami ini tentu mengkhawatirkan karena anak-anak akan tumbuh besar dengan kepala mereka yang penuh oleh cara pandang yang salah terhadap perempuan. Fakta ini harusnya menjadi perhatian KPI sebagai regulator, untuk melindungi publik anak dari program yang tidak ramah anak dan perempuan.

6. Pelanggaran HAM berbasis gender
Diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan merupakan bentuk pelanggaran HAM berbasis gender. Ini tidak sejalan dengan UUD 1945 Pasal 28I ayat (2): Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.

Selain paparan di atas, salah satu bentuk diskriminasi sangat jelas ditampakkan melalui keputusan pihak Trans TV dalam memecat salah satu pemeran tetap perempuan dalam KKN, yakni Nikita Mirzani. Keputusan ini merupakan buntut dari teguran kedua KPI pada 9 Januari 2012 atas muatan eksploitasi tubuh Nikita. Seperti diketahui, muatan itu ada karena bagian dari konsep tayangan. Dengan tidak mengubah konsep, tapi malah memecat Nikita, artinya Trans TV menempatkan sumber masalah ada pada perempuan.
 
 
Sehubungan dengan sikap keberatan di atas, kami minta dengan hormat agar:
 
·         Menghentikan tayangan KKN
Strategi Trans TV memindah jam tayang KKN dari yang semula pada Pk. 23.00 WIB menjadi Pk. 00.00 WIB tidak memecahkan persoalan. Karena persoalan utamanya bukan semata konten dewasa, melainkan muatan pelecehan perempuan. Tayangan dewasa bukan berarti diizinkan untuk melecehkan perempuan.
 
·         Optimalisasi KPI
Sesuai Pasal 28I UUD 1945 ayat (4) yang menuliskan bahwa “perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah”, maka peran KPI sebagai perwakilan negara menjadi penting untuk disoal. KPI memang sudah dua kali menegur KKN, tapi yang melulu disinggung adalah mengenai aspek pornografi. Sedangkan hal yang lebih publik dan asasi, yakni isu pelecehan perempuan, sama sekali tidak disinggung.
 
·         Sensitif gender
Adanya sensitivitas Trans TV, juga seluruh stasiun televisi, pada permasalahan gender. Sensitif gender ini bukan saja kerap ditemui masalahnya pada perempuan, tapi warga negara lainnya, termasuk kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Terlepas dari apa pun preferensi seksual seseorang, setiap warga negara berhak untuk diperlakukan setara dan tidak mengalami diskriminasi.
 
 
Demikian Surat Terbuka ini kami sampaikan. Kami berharap agar pihak-pihak yang kami maksud dalam surat ini dapat segera menanggapinya dengan baik. Semoga ke depannya, tayangan-tayangan di televisi tidak kontraproduktif terhadap upaya yang tengah dilakukan berbagai lapisan masyarakat untuk membangun relasi gender yang lebih adil. Media mesti berperan mempertipis tembok budaya yang mengekang perempuan dan menyeimbangkan representasi perempuan yang dihadirkannya. Karena, perempuan bukan untuk dilecehkan di televisi dan di mana pun!
 
Terima kasih.
 
Jakarta, 18 April 2012
 
 
 
Roy Thaniago
Koordinator Remotivi
08-999-826-221 | roythaniago@...
 
Tembusan:
  1. Komisi Penyiaran Indonesia
  2. Lembaga Sensor Film
  3. Komnas Perempuan
 
Ikut mendukung:
  1. Inspirasi Indonesia, Jakarta
  2. Komunitas Sekitarkita, Jakarta
  3. Aliansi Remaja Independen, Jakarta
  4. Laki-laki Baru, Jakarta
  5. Ikatan Gaya Arema (IGAMA), Malang
  6. Our Voice, Jakarta
  7. Institute for Ecosoc Rights, Jakarta
  8. Aliansi Sumut Bersatu, Medan
  9. Indonesia AIDS Coalition, Jakarta
  10. LAPPAN, Ambon
  11. Sapa Institut, Bandung
  12. Indonesia untuk Kemanusiaan
  13. Lembaga Studi Pers dan Informasi (LeSPI), Semarang
  14. Yayasan Pulih, Jakarta
  15. SPEK HAM, Solo
  16. Swara Parangpuan, Sulawesi
  17. Pusat Kajian Media dan Budaya Populer (PKMBP), Yogyakarta
  18. Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media), Yogyakarta
  19. Koalisi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan dan Demokrasi, Jakarta
  20. Rumput Tjoet Njak Dien, Yogyakarta
  21. Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, Jakarta
  22. Lentera Timur, Jakarta
  23. Yayasan Pupa, Bengkulu
  24. FOKER, Papua
  25. Pusat Studi Perempuan dan Gender Universitas Bengkulu
  26. Nurani Perempuan, Padang
  27. WCC Mawar Balqis, Cirebon
  28. LRC-KJHAM, Semarang
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5150 From: "Selasar Sunaryo Art Space" <program@...>
Date: Wed Apr 18, 2012 11:58 am
Subject: REMINDER: Undangan Pembukaan Pameran Tunggal David A. Putra "Pembual/Loudmouth"
boundaries_76
Send Email Send Email
 
UNDANGAN



Selasar Sunaryo Art Space dengan hormat mengundang anda untuk hadir dalam acara
pembukaan pameran tunggal David Armi Putra:

"Pembual/Loudmouth"

dikuratori oleh:
Agung Hujatnikajennong


Pembukaan:
Jumat, 20 April 2012, pukul 19.00 WIB
Amphiteater - Selasar Sunaryo Art Space
dibuka oleh:
Dhira Lantang Acarya

Pameran berlangsung hingga Jumat, 11 Mei 2012


Diskusi/Artist Talk:
Sabtu, 21 April 2012, pukul 15.00 WIB
Bale Handap - Selasar Sunaryo Art Space

Penanggap: Dr. Acep Iwan Saidi



Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) bekerjasama dengan Valentine Willie Fine Art
(VWFA) dengan bangga mempersembahkan Pembual, pameran seni rupa yang menampilkan
karya-karya David Armi Putra.



David (lahir di Batu Sangkar, Sumatra Barat, 1 Maret 1984) adalah seniman muda
lulusan Studio Patung, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia (ISI)
Yogyakarta. Sejak pertengahan 2000-an, David telah mengerjakan banyak lukisan
dan instalasi yang berbasis pada narasi. Dalam konteks karya-karya David, narasi
difahami sebagai sebentuk tuturan visual yang menggambarkan kesalingterhubungan
antar benda, tokoh, alur, waktu maupun peristiwa, baik yang nyata maupun tidak.



Untuk pameran ini David menampilkan sejumlah lukisan dan instalasi yang
menonjolkan aspek sekuens dan transformasi bentuk benda-benda, sehingga kita
dapat menangkap elemen waktu di dalamnya. Ia juga mendekonstruksi linearitas
yang umumnya menjadi ciri khas dari suatu narasi. Di situ, benda-benda dan
'tokoh-tokoh' sengaja dijalin secara rumit, canggung dan berputar-putarlayaknya
sebuah bualan atau igauan yang mengambang dalam ruang tak bertepi. Persiapan
pameran ini memakan waktu lebih dari dua tahun. Hasilnya adalah karya-karya yang
memperlihatkan kecemerlangan gagasan, keliaran imajinasi, dan pendekatan teknis
yang rumit dan rinci.

(Agung Hujatnikajennong, kurator pameran)


Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman berikut:
http://www.youtube.com/watch?v=EbDRStlf5a4&feature=youtu.be
https://www.facebook.com/events/356035944438408/

#5151 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Thu Apr 19, 2012 8:23 am
Subject: Usir Tayangan TV yang Melecehkan Perempuan
remotivi...
Send Email Send Email
 
Usir Tayangan TV yang Melecehkan Perempuan
Oleh: Roy Thaniago

Kehadiran perempuan di televisi bukan untuk dilecehkan. Tapi itulah yang justru diolah sebagai materi siaran Trans TV pada tayangan Kakek-Kakek Narsis (KKN). “Ada yang salah dari bagaimana perempuan direpresentasikan dalam tayangan ini,” seru Muhamad Heychael mewakili Remotivi dalam diskusi yang diadakan oleh Komnas Perempuan di Komnas HAM pada 18 April 2012.

Menurut Heychael, muatan yang ada pada KKN, menunjukkan bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Itu bisa dikatakan diskriminasi, lanjutnya, karena KKN mengabaikan hak perempuan untuk dilihat secara utuh hingga akhirnya tereduksi menjadi objek seksual semata.

Dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan, pada 2011 terdapat 119.107 kasus kekerasan yang menimpa perempuan. Kasusnya terjadi dalam beragam bentuk dan ranah. Berangkat dari KKN, Heychael melihat bahwa kekerasan terbagi dalam tiga fase, yakni kekerasan secara sosial, kemudian verbal, hingga kekerasan secara fisik.
Ketika secara sosiologis kekerasan terhadap perempuan dianggap lumrah, misalnya dianggap tidak setara, maka bentuk kekerasan ini akan meningkat menjadi kekerasan verbal seperti rayuan berasosiatif seksual.  Dan ketika pada tahap ini kekerasan masih dimaklumi, maka ia akan terlegitimasi untuk mencapai bentuk kekerasan secara fisik. Bentuk kekerasan secara fisik ini bisa dimulai dari mencolek, memegang, hingga yang terparah, memperkosa. Dalam konteks tersebut, Heychael menilai bahwa KKN berpotensi mengembangkan bentuk-bentuk kekerasan tersebut yang tereproduksi menjadi pesan kepada pemirsanya.

Baca selengkapnya di > www.remotivi.or.id
 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5152 From: "Ade Putri" <paramadita@...>
Date: Fri Apr 20, 2012 7:54 am
Subject: Seringai Umumkan Tajuk Album Baru
misshotrodqueen
Send Email Send Email
 

aparatmati_pict.jpg

Seringai Umumkan Tajuk Album Baru

[For Immediate Release]

 

Banyak hal penting yang bisa terjadi dalam kurun waktu lima tahun. Amerika Serikat menunjuk seorang pria kulit hitam sebagai presiden, krisis keuangan global melanda, tewasnya teroris yang disebut-sebut paling berbahaya di dunia, pemberontakan gila-gilaan di Timur Tengah, hingga berkumpulnya kembali salah satu pionir metal yang menyebut diri mereka dengan nama Black Sabbath. Di antara segala kejadian penting yang terjadi sejak 2007 sampai 2012, grup rock oktan tinggi, Seringai, sibuk membawa hawa cadas ke berbagai pelosok negeri, sambil disaat yang sama mematangkan konsep lagu-lagu baru, sekaligus menyimak dan menyerap apa yang terjadi di lingkungan sekeliling mereka. Dan saat ini, bagi vokalis Arian 13, gitaris Ricky Siahaan, bassist Sammy Bramantyo, dan drummer Khemod, waktu telah tiba untuk pukul balik.

 

Lebih bersemangat dan lebih marah dibanding sebelumnya. Setelah album mini High Octane Rock pada 2004 dan Serigala Militia pada 2007, Seringai akan kembali dengan Taring selaku album penuh kedua mereka.

 

Pemilihan tajuk Taring sendiri tak jauh berbeda dengan pemilihan nama Seringai, yaitu karena terlihat bagus secara estetika, seperti dibeberkan oleh Arian. Sedangkan Ricky mengatakan bahwa tajuk Taring, dipilih karena kecocokannya, “Mereka yang selama ini akrab dengan Seringai pasti akan langsung tahu bahwa Taring adalah tajuk yang sangat pas bagi kami.” Taring akan diisi dengan sejumlah lagu yang di antaranya berjudul “Dilarang di Bandung”, “Tragedi”, “Infiltrasi”, “Lagu Lama”, “Serenada Membekukan Api”, dan juga “Taring”.

 

Sebagai produser rekaman, Ricky berjanji bahwa album ini akan memanjakan setiap pasang telinga pendengar melalui nomor heavy rock yang dipadu dengan unsur punk dan tentu saja metal yang berat. “Tenang. Motorhead, Black Sabbath, dan Slayer masih jadi bahan pemujaan Seringai. We’re not going to fix anything if it’s not broken. Tapi di saat yang bersamaan ada nuansa baru yang terinspirasi dari karya-karya Turbonegro hingga Deep Purple,” jelas Ricky. Sementara dari lirik, Arian masih bergelut dengan tema-tema andalannya, seperti kritik sosial politik dan ajaran bagaimana bersenang-senang itu seharusnya dilakukan. Tapi selain itu ada pula yang bertema fiksi ilmiah dan bahkan yang tidak memiliki makna apa-apa.

 

Arian memberikan contoh: “Kami punya sebuah lagu tentang Boba Fett, seorang karakter badass favorit gue di Star Wars. Ada juga tentang kausalitas yang salah, seperti antara bencana alam dengan akhlak manusia. Ada lagi tentang pembredelan kreatifitas generasi muda hanya karena tidak dimengerti.” Sebuah edisi terbatas juga telah disiapkan oleh pihak Seringai di mana perbedaannya dari edisi biasa terdapat pada packaging artwork. Alasannya? “Gue seorang kolektor piringan hitam, di mana sering memburu edisi terbatas dari rilisan tertentu. Rasanya menyenangkan. Once they are gone, they are gone,” terang Arian.

 

Mari kita nantikan dahsyatnya amunisi segar kuartet yang selama ini mendudukkan bokong mereka di atas tahta empuk sebagai salah satu band rock paling beringas yang dimiliki Indonesia saat ini.

 

 

 

\m/

www.facebook.com/Seringai

www.twitter.com/Seringai

#TARING


#5153 From: verena puspawardani <babung3178@...>
Date: Sun Apr 22, 2012 5:08 am
Subject: Hari ini - 22 April 2012: Selamat Hari Bumi!
babung3178@...
Send Email Send Email
 
Halo kawan-kawan setanah air!
 
Selamat Hari Bumi, hari ini, 22 April 2012.
Walau diperingati setahun sekali sebagai momen peringatan, perubahan tentu saja wajib dilakukan setiap hari sekalipun dengan aksi kecil dari diri sendiri.
 
Persis di hari ini pula, Earth Hour Indonesia meluncurkan 2 video untuk menginspirasi kita semua:
 
1. Video kompilasi momen switch off & aksi dari kota-kota pendukung
** Semua video diambil oleh para voluntir yang luar biasa
http://www.youtube.com/watch?v=g_kmWjZo1LI&context=C49c222dADvjVQa1PpcFNXMId9WC7DlSMJ63_YfrxxU3exRzpbHYc=
 
2. Video #IniAksiku yang didedikasikan kepada para pesepeda & gerakan Critical Mass seluruh dunia
** Video adalah donasi agensi kreatif JWT yang terinspirasi kampanye Earth Hour
** Earth Hour mendedikasikan video ini kepada Nugie yang pantang mundur memperjuangkan sepeda sebagai alat transportasi
http://www.youtube.com/watch?v=O5Xb-1XbW4A&context=C4de952aADvjVQa1PpcFNXMId9WC7Dlc48Kb3C-GQPJ0lsU8vyCEM=
 
Kedua video ini bisa langsung didownload sesuai kebutuhan, baik HD maupun versi website.
 
Terima kasih untuk semua kawan yang tidak pernah putus semangat melakukan perubahan.
Because you are the best inspiration to yourself and others!
 
Salam KolaborAKSI,
Verena
 
 
Verena Puspawardani
Campaign Coordinator, Climate & Energy Programme | WWF-Indonesia
Gedung Graha Simatupang Tower 2 Unit C lantai 10
Jalan LetJen TB Simatupang
Jakarta 12540, Indonesia
Ph: +62 21-782 9426 - 29 Ext 402 - 403 | Fax: +62 21-782 9462 | M: +6281398272690 | vpuspawardani@...
 
 
Description: Description: Description: EH_60+_LOGO_JPEG_SMALL
 
This Earth Hour, go beyond the hour – turn off your lights for 1 hour on March 31, 2012 at 8.30 - 9.30 PM
Setelah 1 Jam, Jadikan Gaya Hidup
 
-- 
This email has been checked by WWF-Indonesia's antivirus Engine powered by Sophos Network Security



#5154 From: Juke Box <jukeboxlist@...>
Date: Mon Apr 23, 2012 7:43 am
Subject: HIMsight : konser musik artis mancanegara di tv lokal, Kompas OffAir, etc !
jukeboxlist@...
Send Email Send Email
 
IIIHIMsight .edisi  22 April 2012
HIMstreaming : http://himfiles.blogspot.com ( supported by : @IdBlogNetwork )
 
 
HIMtv
iConcerts. Ini dia kanal musik baru yang menjadi andalan Indovision, setelah awal Februari lalu MTV tidak bisa disaksikan lagi via operator tv berbayar milik MNC Group ini. Nggak tanggung2, langsung ada di paket HD pula. Sesuai dengan nama salurannya, channel ini mengkhususkan diri pada tayangan konser musisi kelas dunia. Untuk versi lokal, ada MNC Music yang kerap menghadirkan berbagai cuplikan konser dari ajang musik bertaraf internasional yang pernah dipentaskan di Jakarta, seperti : Java Jazz Festival, Java Rockin’ Land, dan Java Soulnation. /SPAN>
Berapa banyak artis mancanegara yang sudah manggung disini tapi jarang sekali stasiun tv lokal kita yang menayangkan pergelarannya tersebut secara komplet kepada pemirsa yang tidak bisa datang langsung ke arena konser, entah itu karena waktunya tidak cocok atau tidak ada duit buat nebus harga tiketnya, he3...  Bila pun ada, itu paling sekedar tempelan untuk segmen terakhir di program berita atau sekilas dibahas dalam liputan infotainment. Walhasil, potongan klipnya kepaksa dech search dari hasil “colongan” gambar yang diambil fans yang kemudian  ;diunggah ke media seperti YouTube.
Kebanyakan tayangan konser yang disiarkan langsung oleh beberapa stasiun tv lokal disini lebih bersifat hiburan “gratis” untuk masyarakat, dalam pengertian coba saja kalau program musik layar kacanya dengan mengharuskan penonton membayar  tarif masuk buat nonton, apakah pengunjungnya bakal terlihat membludak ? Nach, biar nggak rugi banget, pastinya porsi dari sponsor dan pemasang iklan disinilah yang jadi tulang punggung guna menutupi biaya operasional. Dengan kata lain, meski gelombang konser musisi belum akan reda dalam waktu dekat, sepertinya pemirsa telev isi free to air akan sangat langka mendapat kesempatan menyaksikan tontonan konser musisi asing.
NB : ssstt... kabarnya SCTV bakal menyiarkan konser Super Junior yang bakal manggung dalam 3 hari tersebut ? Hhhmmm, kira2 ada yang stasiun tv lokal kita yang “nekad” menayangkan konser NKOTBSB dan Lady Gaga di Jakarta nanti nggak yach ?
 
IIIII HIMstreaming275+ IIIII
 
HIMedia
Setelah sukses dengan Kompas TravelMart di Grand Indonesia beberapa hari lalu, maka di akhir bulan April 2012 ini akan digelar kembali event KompasKarier Fair sebagai ajang mempertemukan pencari kerja dengan penyedia kerja. Sekedar usul, untuk tema berikut ajang yang bisa diselenggarakan Kompas ini mungkin seputar “Gadget Expo”, he3...
Brand grup Kompas selama ini berkutat pada urusan media cetak, media radio, media online, sampai media elektronik. Makanya menjadi tergolong unik, saat grup media sebesar Kompas pun mulai merambah secara off air dengan mulai terjun bersentuhan secara fisik dengan konsep acara yang lebih berkaitan ke event organizer. Lewat sinergi jejaring media promosi media yang dimilikinya itu bukan hal yang sulit, terlebih program tersebut secara langsung dapat memberi semacam benefit spesial bagi pemegang kartu Flazz milik grup Kompas. 
Yup, inilah contoh bagaimana sebuah media cetak mentransformasi bentuk iklannya bukan lagi sebatas di atas kertas atau layar monitor, namun juga secara fisik hadir ditengah (keramaian) publik. Kira2 dalam 1-2 bulan kedepan, grup Kompas bakal bikin acara nonton bareng kompetisi sepakbola Euro2012 nggak yach ?
 
 
HIMtertainmentSound is provided by :
Rhythm of love of  MustangFM88
Wednesday Slow Machine of KISFM95.1
Urban Love of MotionFM97.5
Jakarta with love of Radio A FM96.7
 
 
HIMsight | HIMpersada10 |  HIMspirit

#5155 From: "indiwan seto" <indiwan_seto@...>
Date: Mon Apr 23, 2012 3:53 am
Subject: Menunggu Ketegasan Polisi soal Geng Motor
indiwan_seto
Send Email Send Email
 
"Anda suka keluar malam  di Jakarta ? Hati-hati dengan aksi dan ulah geng motor 
yang hari-hari ini  mengusik keamanan kota," peringatan ini muncul di  inbox
pesan Blackberry Messenger (BBM) yang pada intinya mengingatkan akan adanya aksi
main hakim sendiri yang dilakukan sekelompok orang bermotor di sejumlah ruas 
jalan Jakarta.

Pesan ini  menguat  dan makin  terasa gaungnya ketika di Youtube diunggah 
sejumlah aksi  geng motor  yang  mengusik keamanan dan kenyamanan masyarakat .
Bahkan di media juga beredar rekaman  CCTV yang mengindikasikan keterlibatan
oknum  TNI meski buru-buru dibantah oleh  Mabes TNI.

Sedikitnya tiga nyawa melayang dalam serangkaian aksi penyerangan yang dilakukan
gerombolan `geng motor' tak dikenal dalam sepekan terakhir di Jakarta menjelang
pagi. Dugaan dan spekulasi terus bermunculan seputar siapa geng motor yang telah
mencoreng keamanan kita Jakarta, mengingat ada temuan warga bahwa sejumlah
anggota geng berrambut cepak dan memiliki tubuh yang kekar.
Aksi brutal Geng motor itu  pertama kali terjadi di SPBU Shell yang terletak di
Danau Sunter, Jakarta Utara, pada 7 April 2012.  Saat itu seorang warga sekitar
SPBU bernama  Soleh (19), meninggal ditusuk pelaku yang tetap menggunakan helm
saat melakukan aksinya.

Aksi ini sempat terekam secara jelas  kamera CCTV di dalam minimarket di dekat
SPBU. Kemudian aksi serupa  terjadi lagi di sepanjang Jalan Pramuka dan di 
dalam minimarket 7-Eleven,di Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat, Jumat
dini hari, 13 April 2012.

Dalam aksi itu  roboh satu korban bernama Anggi Darmawan yang meninggal setelah
nyawanya tak tertolong di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat  akibat
luka tusuk di sejumlah bagian tubuhnya. Ironisnya, dalam aksi itu  dua anggota
TNI ikut kena tembak, yakni Pratu Apm Sugeng Riyadi dan anggota Lembaga Farmasi
TNI AL Prada Akbar Fidi oleh pengemudi mobil Yaris yang berada di sekitar lokasi
kejadian. Usai melepaskan tembakan, pengemudi Yaris berwarna putih itu melarikan
diri ke arah Rawasari kemudian masuk jalan Tol. Sayangnya tak ada saksi mata
yang melihat pelat nomor mobil itu.

Meski tidak secara langsung menuding, tapi sumber polisi menduga kejadian
penyerangan itu ada kaitannya atau dipicu peristiwa tewasnya Kelasi Arifin,
Staff Khusus Panglima Armada Kawasan Barat (Armabar) pada tanggal 31 Maret 2012
di Pademangan, Jakarta Utara. Arifin tewas saat terlibat perkelahian dengan geng
motor. Setelah itu, polisi menduga rekan-rekan Arifin melakukan aksi balas
dendam di berbagai tempat pada tanggal 7-8 April 2012 dan tanggal 13 April 2012.
Dalam peristiwa itu, sebanyak dua orang pemuda tewas dan belasan lainnya
luka-luka. Geng motor tersebut teridentifikasi mengenakan pita kuning dan
mencorengkan wajahnya dengan cat putih, sebagian orang yang tak memakai helm pun
terlihat berambut cepak.

TNI Terlibat?

Meski dari rekaman gambar CCTV yang beredar luas diketahui bahwa sejumlah pelaku
menggunakan bahasa komando yang biasa dipakai aparat keamanan, Mabes TNI lalu
membantah keterlibatan anggotanya dalam aksi pengeroyokan dan penganiayaan yang
berujung kematian di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, Sabtu 7
April 2012 lalu.
Kepala Pusat Penerangan Umum (Kapuspenum) Mabes TNI, Laksamana Muda Iskandar
Sitompul, bahasa komando bisa digunakan siapa saja tidak hanya anggota TNIpihak
TNI. Pernyataan  Iskandar Sitompul  kemudian  `dipatahkan' ketika  fakta
membuktikan lain.

AKhirnya  Kodam Jaya menyatakan  ada empat anggota TNI yang diduga terlibat geng
motor  yang saat ini tengah diproses di internal TNI. Adapun sanksi yang
diberikan kepada mereka adalah sanksi administratif.  "Sanksinya (berupa) sanksi
administrasi, penundaan kenaikan pangkat," jelas Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris,
di Jakarta, Kamis (19/4) malam.

Sebelumnya, empat orang anggota TNI ditangkap karena terkait penyerangan yang
dilakukan kelompok bermotor pada Jumat (13/4) lalu.  "Kami masih melakukan
pengusutan. Yang jelas, anggota kami sudah ada. Ada empat orang yang
ikut-ikutan. Itu peristiwa tanggal 13. Nanti tetap akan dihukum,"  kata Waris.
Keempat anggota TNI itu, menurut Waris, ditangkap oleh petugas gabungan dari
Polisi Militer, Polda Metro Jaya, dan Garnisun. Mereka  merupakan anggota
Arhanud 6 Tanjung Priok.

Adanya  dugaan keterlibatan  TNI memunculkan banyak tanggapan .Suara keras
muncul dari  Letnan Jenderal (Purn) Nono Sampono  yang  mengecam aksi balas
dendam yang dilakukan geng motor di beberapa tempat di Jakarta beberapa hari
lalu. Ia menilai dugaan keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa tersebut harus
menjadi catatan bagi Panglima TNI dan para komandan marinir.

"Mungkin dia (oknum TNI) solider terhadap korban temannya dan melakukan tindakan
itu. Ini harus jadi catatan penting bagi panglima komandan, harus ada penegakan
hukum," ungkap Nono (Kompas.com)
Ia menilai jika benar memang geng motor itu adalah oknum TNI, instansi TNI harus
terbuka menjelaskannya kepada masyarakat. "Selain itu, kalau itu benar TNI, saya
rasa ada masalah dalam pengawasan mereka. Bagaimana bisa mereka meninggalkan
markas dengan berbondong-bondong banyak seperti itu. Komandannya harus lebih
ketat mengawasi," tukas Nono.

Kalau sungguh TNI terlibat dalam aksi  geng Motor sebagai upaya balas dendam
terhadap aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI yang dilakukan sejumlah geng
motor lain, apa jadinya. Seharusnya mereka baik anggota TNI maupun Polri menjaga
keamanan dan ketenteraman warga bukan justru mempertontonkan kekuatan lewat aksi
balas dendam layaknya aksi film koboi.

Cukupkah dengan pencopotan Kapolres?

Setelah rentetan kejadian penyerangan geng motor yang mengancam keamanan
Jakarta, Kapolda memberikan `shock terapi' bagus di lingkungan kerjanya, paling
tidak Kapolda memberi sanksi tegas berupa pencopotan terhadap para pejabat
kepolisian yang tidak bisa menjaga kenyamanan warga Jakarta sebagai Ibukota
Negara Indonesia.

Bila berpedoman pada Keppres Nomor 89 Tahun 2002, landasan utama Polri dalam
menjalankan tugas secara profesional adalah UU No 2 tahun 2002 tentang
Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam Pasal 12 disebutkan, tugas pokok
Polri diantaranya; memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan
hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Kalau ini tidak terjadi maka apa yang diharapkan masyarakat tidak terpenuhi.

Untungnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab akhirnya 
mengevaluasi seluruh pejabat-pejabat di bawahnya  menyusul maraknya aksi
kekerasan oleh kelompok pengendara motor di Ibukota. Sanksi pencopotan jabatan
diberikan kepada dua perwira menengah yakni Komisaris Besar Andap Budhi Revianto
yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Utara dan Komisaris
Ahmad David, Kapolsek Metro Pademangan.

"Keduanya diberikan sanksi administrasi. Mereka diproses, bagian pengawasan.
Yang jelas dievaluasi," ujar Untung. Dia  memastikan akan ada evaluasi lanjutan
terhadap seluruh Kapolres. "Evaluasi setiap hari untuk semua Kapolres," katanya.
Sayangnya Untung belum mau menyebut Kapolres mana saja yang akan diberi sanksi
terkait
Lain lagi dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Dia tidak bersedia berkomentar
mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam aksi brutal ratusan pria
yang berkaitan dengan geng motor. Menurut Timur, hingga kini polisi masih terus
melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menelan korban jiwa itu.

"Sedang proses penyelidikan. Kasus pertama dulu kami proses. Tunggu hasil
lengkapnya," kata Timur Pradopo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 17 April
2012.


Menurut Timur, kepolisian akan mengambil tindakan prefentif. Dengan banyaknya
klub motor yang berada di bawah binaan kepolisian, maka pihaknya akan
mensinergiskannya.

"Jadi langkah prefentifnya ada, pencegahannya ada. Kalau melanggar hukum kita
ambil tindakan hukum," katanyaAksi yang dilakukan Kapolda `mencopot' bawahannya
memang belum banyak memuaskan masyarakat tetapi setidaknya ada upaya untuk
melakukan instropeksi diri melihat ke dalam.

Apalagi bila melihat sejumlah tugas Polri sebagaimana yang disebut Pasal 14 Ayat
(1) UU No 2 Tahun 2002  agar tercipta profesionalitas Polri. Salah satu, tugas
Polri memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum.
Pada Pasal 14 Poin kelima ini merupakan representasi tugas paling pokok Polri.
Apa pun yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, Polri harus mengetahuinya.
Kalau terjadi sesuatu yang bisa membahayakan kehidupan masyarakat, Polri harus
segera bertindak. Pada intinya, Polri tidak boleh membiarkan segala sesuatu yang
bisa mengganggu ketertiban dan keamanan umum atau masyarakat.

Ini yang agaknya perlu ditingkatkan oleh Polri, berupaya menciptakan ketertiban
umum sehingga aksi anarkis di jalan, bahkan aksi balas dendam di jalan sebagai
dilakukan oknum geng motor tidak terjadi. Masyarakat menunggu ketegasan Polri
untuk menindak siapa saja yang salah dan tidak membiarkan Jakarta menjadi ajang
arena balas dendam, dan aksi anarkis geng motor.

By:Indiwan seto wahyu wibowo
Rumah Pintar KOmunikasi Tangerang
Tangerang, 20 April 2012

#5156 From: Remotivi Remotivi <remotivi@...>
Date: Tue Apr 24, 2012 7:01 am
Subject: Hawa di Kotak Adam
remotivi...
Send Email Send Email
 
Hawa di Kotak Adam
Oleh: Preciosa Alnashava

Perempuan memang bukan isu baru dalam hal kritik terhadap media. Namun alih-alih mengalami perubahan yang lebih baik, perempuan tetap menjadi sasaran empuk industri media yang keberadaannya hanya dilihat sebagai komoditas. Media massa masih menampilkan perempuan dalam posisi subordinat, posisi tak setara, terhadap laki-laki. Meskipun kadang samar, tetapi masih cukup mudah untuk menemukan “kejanggalan-kejanggalan” pada konten media massa terkait dengan perempuan.

Di antara media massa lainnya, televisi lebih unggul dalam menampilkan hal tersebut. Dengan kemampuannya mengkonstruksi realitas secara lebih lengkap menggunakan teknologi audio-visual, televisi mampu mendefinisikan secara lebih jelas apa yang dimaksud dengan perempuan yang dianggap “normal” dan “ideal”. Idealisasi perempuan ini kerap ditampilkan melalui peran, sifat maupun fisiknya.

Terkait dengan peran, dalam beberapa iklan misalnya, masih diperlihatkan bahwa ranah domestik (seperti mencuci dan memasak) adalah sepenuhnya milik perempuan. Sedangkan terkait dengan idealisasi sifat perempuan, dalam  sinetron misalnya, digambarkan tokoh utama biasanya adalah seorang perempuan yang sangat baik namun sangat lemah dan selalu dianiaya oleh tokoh perempuan yang sangat jahat dan selalu memiliki banyak strategi untuk menindas. Sinetron seakan hanya menawarkan dua versi perempuan: perempuan tertindas dan perempuan yang sangat jahat. Ini memperlihatkan adanya pemiskinan ragam karakter perempuan, sekaligus memperkuat dua mitos tentang perempuan, yaitu perempuan sebagai makhluk tertindas dan perempuan sebagai sumber kejahatan.

Kemudian dari segi idealisasi fisik, (lagi-lagi) iklan, terutama iklan produk perawatan tubuh, membangun konsep kecantikan sesuai dengan kepentingan produknya. Sejatinya memang itulah peran iklan: mempersuasi khalayak agar membeli produk si pengiklan. Tapi yang jadi masalah adalah ketika iklan-iklan produk kecantikan semacam ini  mempersempit konsep cantik. Sehingga para perempuan yang berada di luar konsep cantik tersebut, didorong untuk merasa tidak nyaman atas dirinya sendiri. Ditambah lagi dengan bumbu-bumbu cerita, seperti pada iklan yang memperlihatkan bagaimana seorang perempuan yang telah menggunakan produk akhirnya mendapatkan perhatian laki-laki. Kecantikan kemudian dihadirkan sedemikian rupa sebagai aset utama perempuan.

Serupa manekin dan pemanis, begitulah perempuan diperlakukan di televisi. Lewat narasinya, televisi mempertegas bahwa kelebihan perempuan cukuplah sebatas wajah dan tubuhnya saja. Sedangkan aktivitas dan prestasi perempuan tidak diperlukan karena dianggap tidak penting. Singkat kata, terkait dengan isu perempuan, televisi adalah ladang kritik karena ia terus menerus mengulangi kesalahan-kesalahan klasiknya dengan mendiskriminasi perempuan.

Baca selangkapnya di > www.remotivi.or.id

 
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

#5157 From: "Arinditya Dwiromantika" <tika@...>
Date: Tue Apr 24, 2012 9:07 am
Subject: Berita Foto: Pemenang Unilever Food Solutions "Chef of the Year" 2012
tika@...
Send Email Send Email
 

Rekan media terhormat,

 

Setelah melewati tahapan seleksi dan semifinal, hari ini terpilih enam pemenang Unilever Food Solutions “Chef of the Year” 2012 yang terdiri dari tiga chef kategori senior dan tiga chef kategori junior. Ajang kompetisi nasional bergengsi ini diinisiasi oleh Unilever Food Solutions sebagai salah satu perusahaan pelayanan makanan terkemuka yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dari industri food service, sekolah tinggi pariwisata dan berbagai asosiasi chef di Indonesia.

 

Dalam tahap grand final hari ini yang diadakan di Epicentrum Walk, 18 finalis yang berkompetisi dibagi menjadi tiga kelompok untuk menunjukkan kemampuan memasaknya secara langsung di hadapan para juri dan tamu yang hadir. Cook-off dimulai oleh kelompok 1 yang terdiri dari chef kategori junior kemudian dilanjutkan oleh kelompok 2 yang terdiri dari chef kategori senior dan terakhir kelompok 3 yang merupakan gabungan antara chef junior dan senior. Para peserta diwajibkan untuk memasak dua jenis hidangan yaitu untuk makanan pembuka dan makanan utama selama 90 menit dalam tiga porsi, untuk  kebutuhan dicicipi, kebutuhan pemotretan dan kebutuhan pameran.

 

Setelah para peserta selesai memasak hidangan, para dewan juri yang antara lain merupakan chef profesional berpengalaman di bidang kuliner yang terdiri dari Chef Vindex Tengker selaku Brand Ambassador Unilever Food Solutions yang juga merupakan Executive Chef The Dharmawangsa Hotel dan perwakilan dari Association of Culinary Professional (ACP), Chef Widhi Joestiarto – Executive Chef Unilever Food Solutions, Chef Setiyanto, Executive Chef The Sultan Hotel serta perwakilan dari Indonesian Chef Association (ICA) dan Chef Gilles Marx, Chef Founder AMUZ Gourmet, langsung memberi penilaian terhadap hidangan berdasarkan kebersihan, penggunaan produk Unilever Food Solutions, serta presentasi hidangan dan rasa.

 

Untuk informasi selengkapnya, berikut kami lampirkan berita foto tentang Pemenang Unilever Food Solutions "Chef of the Year" 2012. Semoga dapat dijadikan bahan berita yang menarik untuk media Anda. 

 

Apabila rekan media masih membutuhkan informasi lebih lanjut tentang acara ini, silakan menghubungi kami dengan Novi atau Lenitya di Alchemy nomor (021) 739 9922 atau e-mail ke: novi@... atau lenitya@...

 

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan banyak terima kasih.

 

 

Salam,

 

Arinditya Dwiromantika

 

logoAlchemy-full

 

Jl. Kyai Maja No. 3, Kebayoran Baru

Jakarta 12130, Indonesia

T: + 62 21 739 9922

F: + 62 21 739 9111

tika@...

www.alchemy.co.id

BB logo 2192D445

Twitter arinditya_d

 

P Please consider the environment before printing this email.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Caution - This e-mail and its contents contain privileged information that is intended solely for the recipient. If you are not the intended recipients as evidenced by the salutation and/or content you are hereby notified that any use, dissemination, distribution or reproduction of this e-mail is prohibited. If you have received this e-mail in error please notify the Postmaster at office@... immediately. Any views expressed in this e-mail are of the sender and may not necessarily reflect the views of Alchemy Creative Communications.

 


10 of 23 Photo(s) (View all Photos)

3 of 3 File(s)


#5158 From: KP-PRP <prppusat@...>
Date: Sun Apr 29, 2012 5:25 pm
Subject: Pidato Politik Pimpinan PRP Memperingati May Day 2012
prppusat
Send Email Send Email
 
Pidato Politik
Pimpinan Komite Pusat Perhimpunan Rakyat Pekerja
Nomor: 414/PI/KP-PRP/e/V/12
(Disampaikan pada Hari Buruh Internasional 2012)



Maju Terus Pantang Mundur!
Satukan Semua Kekuatan Kelas, Nasionalisasi Industri Migas!


Jakarta, 1 Mei 2012


Kawan-kawan seperjuangan,
       Saat ini kita sedang diguncang oleh persoalan bahan bakar minyak (BBM), di mana pemerintah mempunyai alasannya untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dan rakyat pekerja mempunyai alasannya untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi itu. Rakyat pekerja dan mahasiswa di seluruh Indonesia telah bangkit melawan, meski pemerintah melalui polisi dan tentara, melibasnya dengan semena-mena. Protes rakyat pekerja fondasi ke-indonesiaan, yang menurut Konstitusi 45 harus dilindugi oleh negara, malahan diganyangnya seperti musuh pemerintah. Jangan berharap tuan-puan wakil rakyat akan bersatu padu membela kepentingan rakyat pekerja. Telah sejelas-jelasnya wakil rakyat menjadi wakil pemerintah yang mengabdi pada neoliberalisme-imperialisme.
Mengapa rakyat pekerja harus menolak kenaikan BBM? Kami mendukung surat dari Front Oposisi Rakyat Indonesia (FORI) yang telah mengirim surat protes kepada fraksi-fraksi di DPR-RI pada tanggal 28 Maret 2012 sehubungan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. Surat protes itu membongkar TIGA KEBOHONGAN PEMERINTAH di balik kenaikan harga BBM.

Pertama, KEBOHONGAN tentang PENERIMA SUBSIDI BBM
       Selama ini Pemerintah mengatakan, bahwa penerima subsidi BBM adalah golongan kaya, oleh karena itu Pemerintah akan mencabutnya agar tidak membebani anggaran nasional. Lalu dipicu oleh kenaikan harga minyak di pasar dunia, maka Pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM di dalam APBN-Perubahan 2012. Ternyata menurut survei LSI, golongan kaya pengguna BBM bersubsidi hanya sebesar 2%! Itu berarti hanya 1,04% dari 65% golongan rakyat pekerja pengguna BBM. Itu artinya pula, mayoritas pengguna BBM adalah rakyat pekerja yang pendapatan ekonominya ditutup dengan utang.


Kedua, KEBOHONGAN tentang PENCABUTAN SUBSIDI BBM
       Meski selama ini Pemerintah mengeluarkan dana untuk subsisi BBM, nyatanya tetap punya keuntungan penjualan BBM sebesar Rp 97,955 trilyun/tahun. Tapi kemana keuntungan tersebut? Ternyata kawan-kawan, keuntungan dari BBM itu:
  1. Telah dijarah oleh pengemplang BLBI sebesar Rp 600 trilyun, sehingga Pemerintah harus membayar Rp 60 trilyun/tahun untuk menalangi ulah pengusaha-pengusaha bank tersebut.
  2. Kita ketahui pula, bahwa kenaikan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) telah disebutkan dalam surat kesepakatan Pemerintah dengan IMF pada 31 Oktober 1997. Kesepatakan ini merupakan rute menuju liberalisasi sektor energi, dan kemudian dilegitimasi pada UU No 30 Tahun 2007 pasal 7, yakni (1) “harga energi ditetapkan sesuai nilai keekonomiannya, yaitu biaya pokok produksi ditambah margin “. Itu artinya harga energi di Indonesia disesuaikan dengan nilai ke-ekonomiannya yang ada pada komoditi tersebut. Bilamana harga energi (BBM dan TDL) sudah mencapai nilai ke-ekonomiannya, maka pemerintah tak perlu mensubsidi BBM untuk rakyatnya. (2) penentuan harga BBM harus sesuai dengan harga pasar internasional. Ini artinya, jika harga BBM di pasar internasional naik, harus diikuti kenaikan harga BBM di dalam negeri. UU Migas inilah yang memerosotkan produksi minyak Indonesia.
       Terang sudah, kewajiban pemerintah untuk mensubsidi hajat hidup orang banyak di sektor energi sebagaimana yang diamanatkan Konstitusi 45 telah di-ingkarinya. Sebaliknya, pemerintah memberikan kewajibannya sebagai jongos kepada rezim neoliberalisme-imperialisme. Sehingga ketika harga minyak di pasar internasional naik, maka harga BBM di dalam negeri juga harus naik. APBN 2012 pun direvisi sesuai dengan kenaikan harga BBM pasar internasional.


Ketiga, KEBOHONGAN tentang PRODUKSI MINYAK TURUN
       Selama ini Pemerintah selalu mengatakan, bahwa BBM di Indonesia telah turun produksinya. Ternyata itu bohong! Tahukah kawan-kawan, biang kerok penyebab turunnya produksi BBM ialah UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang mengangkat BP Migas sebagai makelar pemerintah di sektor migas dengan perusahaan eksploitasi minyak! BP MIGAS itu bukan BUMN tetapi mendapat kewenangan sebagai makelar elit-elit politik pemerintah negara. Setelah urusan kontrak migas ditangani BP Migas, produksi minyak Indonesia turun separuh dari sebelum ada BP Migas. Jika sebelumnya produksi minyak Indonesia sebanyak 1,6 juta barel/hari, maka setelah ada BP MIgas tinggal menjadi 800 ribu barel/hari.
       Tetapi elit politik pemerintah mengatakan, bawah ketersediaan fosil di bumi sudah menipis sehingga produksi minyak Indonesia turun. Tetapi di Provinsi Jambi ditemukan fakta yang 180 derajat berbeda dari alasan pemerintah. BP MIGAS melaporkan di Provinsi Jambi hanya terdapat 30 sumur minyak, namun Pemerintah Provinsi Jambi menemukan sebanyak 91 sumur beroperasi di provinsi tersebut. Bagaimana bisa terjadi selisih data tiga kali lipat? Dilaporkan 30 sumur, kenyataannya ada 91 sumur! Bukankah manipulasi ini sudah sejahat setan tuyul? Kita memperkirakan negara dirugikan 800 ribu barel per hari atau setara dengan Rp 750 milyar per hari. Jadi, setiap tahun pendapatan migas yang seharusnya untuk hajat hidup rakyat pekerja telah dicuri sebesar Rp 270 trilyun oleh korporasi elit politik penguasa negara!
       Selain itu, korporasi migas internasional menguasai 329 blok migas Indonesia atau 65 % tambang hulu, sedangkan BUMN hanya 24,27% (data Kementerian ESDM, 2008). Lalu sisanya sebanyak 10,3% dikuasai konsorsium dengan perusahaan multinasional. Sekarang sudah hampir 85% minyak dan gas bumi kita dikuasai oleh kekuatan koorporasi multinasional yang memiliki watak kapitalis tulen.
       Di sektor listrik juga begitu! Seharusnya PLN menggunakan bahan bakar gas yang harganya jauh lebih murah dan ketersediaannya melimpah, namun dipaksa untuk menggunakan BBM. Akibatnya menurut audit BPK, terjadi in-efisiensi sebesar Rp 37 trilyun/tahun di PLN. Sekali lagi, ini merupakan akibat dari pemberlakuan UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas yang membatasi permintaan pasar dalam negeri maksimum 25%, karena pemerintah harus menjual minyaknya ke pasar internasional. Pasal pembatasan tersebut sebenarnya sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi pada 2004, tetapi nyatanya DPR-RI dan Pemerintah Pusat belum merevisinya.

Kawan-kawan seperjuangan,
       Nyata sudah, elit-elit politik penguasa negara yang mengendalikan pemerintahan dan parlemen adalah jongos rezim neoliberalis-imperialis yang mengkorupsi hajat hidup rakyat pekerja melalui sektor energi. Sedangkan kekuatan politik di DPR-RI tetaplah menyerahkan kenaikan BBM kepada pemerintah, sehingga keputusan MK untuk melikwidasi pasal 7 pada UU Migas tahun 2007 lagi-lagi diingkari. Pemerintah Pusat dan DPR-RI begitu congkak dalam memenangkan kepentingan kelompoknya. Kecongkakan itu membutakan mata mereka bahwa aksi-aksi penolakan kenaikan BBM yang serempak terjadi di seluruh Indonesia itu merupakan kebangkitan politik kelas yang kekuatannya sedahsyat tsunami. Namun sayang di sayang, kekuatan kelas masih terpecah-pecah sehingga kemenangan yang dicapainya terbatas pada penundaan kenaikan BBM saja.
       Namun janganlah pesimis. Bukankah ada pepatah: ”...semakin kuat kaki diinjak, semakin kuat kaki melawan...” Demikianlah seharusnya kesadaran kita. Kaki rakyat pekerja telah dinjak oleh kenaikan harga BBM; pengesahan paket undang-undang kekerasan negara seperti, UU Intelijen, UU Penanganan Konflik Sosial (PKS), dan RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dimana diberlakukan untuk meredam kekuatan politik kelas yang melawan politik jongos rezim neoliberalis-imperialis; serta pengesahan RUU Perguruan Tinggi yang menciptakan kampus seperti perusahaan. Kita harus optimis, bahwa inilah saatnya kita membangun persatuan politik berbasiskan kelas untuk menyatakan perang terbuka terhadap oportunisme jongos-jongos neoliberalis-imperialis, yang hidup di partai politik dan duduk di DPR-RI serta Pemerintah Pusat sampai Daerah. Apalah arti kenaikan UMP/UMK bagi buruh beberapa waktu lalu, jika angka kenaikan upah itu segera diinjak oleh kenaikan harga BBM? Bagaimana petani dan nelayan yang berhadapan dengan kehancuran ekologi dan kenaikan harga BBM? Bagaimana rakyat pekerja miskin kota dan mahasiswa berhadapan dengan transportasi biaya tinggi? Kawan-kawan, tidak ada kata lain selain: MARI KITA BANGUN PERSATUAN KELAS untuk mengangkat kepal tangan kiri menyerukan LAWAN!
       Kekuatan politik kelas dari seluruh elemen buruh, tani, nelayan, miskin kota, dan elemen perempuan dan mahasiswa harus menggunakan momentum kenaikan harga BBM, rencana pengesahan RUU Perguruan Tinggi, dan RUU KUHP, serta pula dengan baru saja disahkannya UU PKS dan UU Intelijen, untuk membangun PERSATUAN POLITIK KELAS. Persatuan kelas yang berjuang untuk mengganyang jongos-jongos neoliberalis-imperialis yang sejak kemerdekaan Indonesia diproklamasikan telah menghalangi pembangunan industrialisasi nasional yang kepemilikannya dikontrol rakyat pekerja. Ke sanalah arah perjuangan politik kelas, yakni merebut industrialisasi strategis migas dan tambang yang 85% telah dikuasai konsorsium transnasional-multinasional untuk dinasionalisasi kepemilikannya. Kita harus mengganyang perusahaan-perusahaan import yang menjadi mafia BBM dan mengubah kontrak minyak yang merugikan kelas pekerja. Jika Indonesia bisa mendapatkan 80% dan swasta hanya 20%, maka pendapatan minyak kita akan melonjak dua kali lipat dari Rp 131,6 trilyun menjadi Rp 256,6 trilyun.
       Mungkinkah itu? Mari kita tengok negara-negara produsen minyak di Amerika Latin. Lihatlah apa yang baru saja terjadi di Argentina saat ini. Di bawah pimpinan presiden perempuan bernama Cristine Fernandez de Kirschner, Argentina mengambil alih saham 51% dari perusahaan minyak terbesar di sana. Yacimientos Petroliferos Fiscales (YPF) yang dikuasai korporasi minyak REPSOL dari Spanyol. YPF mulanya adalah BUMN, lalu pada 1990 saat krisis ekonomi melanda Argentina, YPF diprivatisasi atas petunjuk IMF. Kini, pada tahun 2012, Cristine Kirschner, presiden perempuan pertama di Argentina, memimpin pengambil-alihan YPF untuk kembali ke kepemilikan rakyat Argentina. Ia berhasil melawan sebuah paradoks sebagai produsen minyak yang melimpah, Argentina malahan menjadi importir dan kosumen minyak dunia. Sebagai presiden, Cristine Kirschner tak takut mendapat ancaman dan gugatan hukum dari REPSOL.
       Bukankah sebagai produsen minyak yang cukup besar, nasib Argentina serupa dengan Indonesia? Sebagai negara produsen minyak kita telah dipecundangi rezim neoliberalis-imperialis yang menjual minyak nasional ke pasar dunia, sehingga kita tinggal hanya menjadi konsumen yang membayar harga BBM sesuai fluktuasi harga pasar internasional. Seorang presiden PEREMPUAN ternyata BISA dan tentu saja DIDUKUNG OLEH PERSATUAN KEKUATAN POLITIK KELAS di Argentina.
       Mengapa tidak bahwa persatuan kekuatan politik kelas di Indonesia juga BISA mengambil-alih aset nasional strategis yang telah dijual elit politik penguasa negara ke tangan imperialis? Jika Argentina dan Venezuela bisa, maka nasionalisasi migas di Indonesia, mengubah kontrak karya dan pemilikan di tangan kelas pekerja, bukanlah perkara yang utopis.

Kawan-kawan seperjuangan,
       Memang masih saja kita menghadapi kesukaran-kesukaran tua dalam membangun persatuan politik kelas. Kita sebut yang pokok saja, yaitu upaya moderasi gerakan dari dari dalam. Aneh bin ajaib, bahwa di kalangan gerakan kelas masih banyak terdapat pemimpinnya yang mengatakan ANTI-REVOLUSI dan mengidap KOMUNIS-PHOBIA. Mereka lalu menolak pembangunan persatuan politik kelas dan memilih persatuan dengan elit politik jongos imperialis demi kepentingan kelompoknya.
       Tak perlu kita pesimis. Meski musuh berada di mana-mana dan mengintai setiap saat untuk penghancuran persatuan politik kelas. Selama kita tak pernah lelah dan berada dalam tradisi disiplin tinggi untuk mewujudkan arah perjuangan kelas tersebut, maka apa yang tak mungkin bakal menjadi mungkin!
       Sehingga pada kesempatan May Day atau Hari Buruh Internasional kali ini, kami mendukung upaya Konfederasi Serikat Nasional (KSN) yang telah mengajukan judicial review terhadap pasal 7 UU Migas tahun 2007 yang meligitimasi harga BBM di dalam negeri disesuaikan dengan kenaikan di pasar intrnasional. Kami menyerukan kepada semua kekuatan kelas untuk beramai-ramai, baik secara individu maupun institusi, mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi. Pada May Day ini pula kami mengangkat topi kepada Cristine Kirschner di Argentina sebagai perempuan yang berani memimpin pengambil-alihan perusahaan migas imperialis.
       Selamat May Day! Jangan lelah perjuangkan Sosialisme!


Sosialisme, Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme, Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu, Bangun Partai Kelas Pekerja!


Jakarta, 1 Mei 2012
Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP-PRP)
Ketua Nasional
Sekretaris Jenderal

ttd.
(Anwar Ma'ruf)

ttd.
(Rendro Prayogo)
 

___*****___
Sosialisme Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai  Kelas Pekerja!

Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)

JL Cikoko Barat IV No. 13 RT 04/RW 05, Pancoran, Jakarta Selatan 12770
Phone/Fax: (021) 798-2566

Email: komite.pusat@... / prppusat@...
Website: www.prp-indonesia.org



1 of 1 File(s)


#5159 From: Online Community <on.community@...>
Date: Wed May 2, 2012 1:09 pm
Subject: Yuuk rame-rame berkunjung ke event "Indofood Festival – Pilihan Rakyat" di Bandung
on.community@...
Send Email Send Email
 
Yuuk rame-rame berkunjung ke event "Indofood Festival – Pilihan Rakyat"
Lapangan Gasibu Bandung
Jumat (4 Mei 2012) hingga Minggu (6 Mei 2012).
Dengan kegiatan antara lain: puluhan Kuliner Rakyat, Rumah Indofood, Arena Pilihan Ibu, Arena Pilihan Anak Muda, Arena Pilihan Rakyat, Permainan Rakyat, Minggu Jalan Sehat dan masih banyak lagi.

1 of 1 Photo(s)

#5160 From: Online Community <on.community@...>
Date: Thu May 3, 2012 9:18 am
Subject: Yuk ikutan Lomba Foto "Indofood Festival - Pilihan Rakyat"
on.community
Send Email Send Email
 
Yuk ikutan Lomba Foto "Indofood Festival - Pilihan Rakyat"

Bandung, 4 - 6 Mei 2012
Malang, 22 - 24 Juni 2012

Obyek Foto :
Indofood Festival – Pilihan Rakyat dengan kegiatan antara lain: puluhan Kuliner Rakyat, Rumah Indofood, Arena Pilihan Ibu, Arena Pilihan Anak Muda, Arena Pilihan Rakyat, Permainan Rakyat, Minggu Jalan Sehat dan masih banyak lagi.

Syarat Umum Peserta :
   
Tercatat sebagai wartawan dan masih aktif di media cetak atau online
seluruh Indonesia

Syarat Lomba Foto :

- Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal 5 (lima) lembar  foto sesuai dengan tema lomba dengan mencantumkan : judul foto dan caption/keterangan foto, lokasi pemotretan, waktu pemotretan, nama,
media, nomor telpon yang dapat dihubungi, serta melampirkan fotokopi
KTP dan Kartu Pers yang masih berlaku
- Karya foto tidak akan diikutsertakan dalam lomba lainnya
- Karya foto merupakan karya asli, dan bukan rekayasa digital

Pengiriman Foto Via Email :

- Ukuran minimal per foto sisi terpanjang 3.000 pixels, resolusi 300 dpi, quality 10
- Karya foto dikirim dengan subject email bertuliskan “Lomba Foto
Indofood Festival – Pilihan Rakyat”
- Foto dikirimkan dalam bentuk soft copy ke email :
Indofood.Fest@... atau info@... dengan mencantumkan identitas sebagaimana ditentukan dalam Syarat Lomba
- Pengiriman dimulai dari 4 Mei 2012, berakhir pada 10 Juli 2012, dan
bukan rekayasa digital.

Pengiriman Foto Langsung :

- Foto dikirim dalam bentuk hard copy (ukuran 10R) dengan menyertakan
soft copy (CD)
- Pengiriman Foto dimulai dari 4 Mei 2012, berakhir pada 10 Juli 2012
- Di sudut kiri atas amplop dicantumkan “Lomba Foto Indofood
Festival-Pilihan Rakyat”

Alamat Pengiriman :
RIGHT KLIQ
Jl. Tulodong Bawah Lama 4 No. 7
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190   
Telp/ Fax : 021-5736110

Kriteria Penilaian Lomba Foto

- Foto merupakan hasil murni teknik fotografi orisinal yang baik
- Dapat mencerminkan dan menunjukkan identitas Indofood dan Indofood
Festival sebagai Pilihan Rakyat
- Karya foto yang dikirimkan akan mendapat poin tambahan penjurian apabila dimuat di media

Ketentuan Umum

- Seluruh hasil foto peserta lomba menjadi milik Indofood, untuk keperluan publikasi di media cetak/ elektronik, pameran
- Dapat diikuti oleh lebih dari 1 wartawan dari setiap media cetak
- Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
- Pengumuman pemenang 17 Juli 2012 di website www.indofood.com

Untuk Info lebih lanjut dapat mengirimkan email ke:
info@...

Hadiah:
Juara I: Ipad
Juara 2: Galaxy Tab
Juara 3: Ipod Touch





#5161 From: Online Community <on.community@...>
Date: Thu May 3, 2012 10:41 am
Subject: Yuk ikutan Lomba Menulis Artikel "Indofood Festival - Pilihan Rakyat"
on.community
Send Email Send Email
 
Yuk ikutan Lomba Menulis Artikel "Indofood Festival - Pilihan Rakyat"

1. Lomba ini terbuka untuk wartawan dari media cetak termasuk surat kabar, majalah, jurnal dan tabloid yang beredar di Indonesia; dan media elektronik termasuk kantor berita maupun portal berita

2. Karya tulis yang dilombakan berbentuk artikel, merupakan karya orisinil yang keasliannya dapat dipertanggungjawabkan, bukan saduran, bukan terjemahan, dan tidak tergolong advertorial komersial

3. Apabila di kemudian hari diketahui terjadi pelanggaran atas Poin 2, maka Panitia berhak membatalkan kemenangan dan hadiah ditarik kembali.

4. Peserta dapat mengirim lebih dari 1 (satu) artikel, namun hanya satu artikel saja yang berhak untuk menang.

5. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris

6. Artikel harus telah dimuat di media mulai dari 4 Mei 2012 sampai dengan 9 Juli 2012.

7. Artikel mengangkat dan menceritakan Indofood Festival – Pilihan Rakyat dengan kegiatan antara lain: Puluhan Kuliner Rakyat, Rumah Indofood, Arena Pilihan Ibu, Arena Pilihan Anak Muda, Arena Pilihan Rakyat, Permainan Rakyat, Minggu Jalan Sehat dan masih banyak lagi.

8. Peserta wajib mengirimkan :
- Bukti artikel asli yang telah dimuat di media (Artikel telah dimuat di media mulai 5 Mei 2012 sampai 9 Juli 2012)
- Artikel dalam bentuk soft copy diemail ke Indofood.Fest@... atau info@...
- Curriculum Vitae (CV) Biodata singkat peserta
- Fotokopi kartu pers
- Fotokopi KTP

9. Hadiah bagi pemenang Lomba Menulis Artikel
- Juara I: Ipad
- Juara 2: Galaxy Tab
- Juara 3: Ipod Touch

10. Indofood dapat menggunakan semua artikel yang dikirim peserta dalam lomba untuk kepentingan Indofood dengan menyebutkan nama dan media peserta

11. Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat

12. Artikel dikirim dalam amplop tertutup dan ditujukan ke Panitia mba Menulis Artikel dimulai dari tanggal 5 Mei 2012 dan berakhir pada 10 Juli 2012 (stempel pos) kepada :

RIGHT KLIQ
Jl. Tulodong Bawah Lama 4 No. 7
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Telp/ Fax : 021-5736110

13. Pengumuman pemenang 17 Juli 2012, di website www.indofood.com

14. Untuk info lebih lanjut, dapat mengirimkan email ke:
info@...
 


#5162 From: "Program" <program@...>
Date: Fri May 4, 2012 6:42 am
Subject: Press Release: Screening and Discusion "A Documentary of Mocca: Life Keeps on Turning"; Friday, May 11, 2012, 6.30 pm; @Amphiteater-SSAS
boundaries_76
Send Email Send Email
 
 
 
 
 
Selasar Sunaryo Art Space in cooperation with GoodNews Film proudly present:
 
Screening
"A DOCUMENTARY OF MOCCA : LIFE KEEPS ON TURNING"
11 May 2012, 6.30 pm
@Amphiteater-Selasar Sunaryo Art Space
 
Accompanied by discussion
Speakers:
Ari Rusyadi (Producer and Director)
Nicholas Yudifar (Director)
Riko Prayitno (Guitarist of Mocca)

Hosted by:
@Pangeran_Popoy
@waw_niken

Ticket price : Rp. 15.000,- (starting Thursday,3 May 2012)
For ticketing please contact
Agung (SwingingFriends) - +62 838 2929 8864 - @agungrawks
unkl347 - +62 22 420 0515 - Jl Trunojoyo 4, Bandung
Omuniuum - +62 8782 1836 088 - Jl. Ciumbuleuit 151 B Lt. 2, Bandung
LouBelle Shop - Jl. Dr. Setiabudhi 56, Bandung (across Rumah Mode)
 
We are looking forward for your presence and participation.
 
 
Best regards,
 
Elaine V. B. K
Program Manager
Selasar Sunaryo Art Space
 
 
For further information, kindly contact:
Mrs. Irma Melati (Front Office)
Selasar Sunaryo Art Space
T. 022. 250 7939
 
or
 
Ms. Elaine V. B. Kustedja (Program Manager)
Selasar Sunaryo Art Space
H. 0813 2000 999 7
 
 
 

Ongoing event:
 
20th April - 11th May 2012
 
Solo Exhibition by David Armi Putra
"Pembual/Loudmouth"
at Gallery B & Wing Gallery
curated by Agung Hujatnikajennong
(in cooperation with Valentine Willie Fine Art)
 

Upcoming event:
 
16th - 26th May
 
Group Exhibition by French Photographers
"Fashion Story(ies)"
at Bale Tonggoh
(in cooperation with Institut Francais Indonesia)
 

27 th May - 15th June
Group Exhibition by Singaporean Artists
"Still Building"
Contemporary Art from Singapore
at Gallery B & Wing Gallery
curated by Jason Wee
(in cooperation with Valentine Willie Fine Art)

Messages 5133 - 5162 of 5372   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help